Beranda Berita Pati Heboh Bayi Ditemukan di Jalan Badegan Pati, Polisi Ungkap Cerita Itu Rekayasa...

Heboh Bayi Ditemukan di Jalan Badegan Pati, Polisi Ungkap Cerita Itu Rekayasa Keluarga

0
0 0
Read Time2 Minute, 7 Second

PATI – Kabar penemuan bayi laki-laki yang disebut dibuang di jalan menghebohkan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun, polisi memastikan cerita tersebut tidak sesuai fakta.

Bayi itu ternyata bukan ditemukan tergeletak di jalan. Narasi tersebut diduga sengaja dibuat oleh pihak keluarga untuk menutupi proses kelahiran bayi yang berlangsung di rumah.

Peristiwa itu terjadi di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Pati, Selasa (8/9/2026) malam. Kabar penemuan bayi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.

Kapolsek Margorejo AKP Sahlan mengatakan, kasus tersebut bermula ketika sepasang suami istri yang merupakan kakek dan nenek bayi datang ke UGD Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.

Keduanya membawa seorang bayi laki-laki menggunakan wadah kardus. Saat dibawa ke rumah sakit, tali pusat dan ari-ari bayi masih dalam kondisi menempel.

Kepada pihak rumah sakit, keduanya mengaku menemukan bayi tersebut tergeletak di jalan.

”Keduanya itu yang membawa sampai ke KSH. Ari-arinya masih nempel,” ujar AKP Sahlan, Rabu (9/9/2026).

Cerita tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah foto proses evakuasi bayi beredar di media sosial. Penggunaan kardus saat membawa bayi ke rumah sakit turut membuat narasi bayi dibuang di jalan semakin dipercaya masyarakat.

Polisi yang mendapat informasi tersebut kemudian melakukan penyelidikan.

AKP Sahlan bersama anggota Reskrim dan Resmob Polsek Margorejo menelusuri informasi mengenai asal-usul bayi tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan bidan desa untuk mencocokkan data ibu hamil di wilayah Margorejo.

Dari penelusuran tersebut, polisi menemukan seorang warga yang dicurigai berkaitan dengan kelahiran bayi.

Petugas kemudian mendatangi rumah warga tersebut di Desa Badegan. Di lokasi, polisi menemukan bercak darah yang mengarah pada dugaan bahwa proses persalinan berlangsung di rumah tersebut.

”Dari penelusuran data bidan desa, ada salah satu warga yang dicurigai. Setelah kami mendatangi rumahnya di Desa Badegan, kami menemukan adanya bercak darah. Setelah didalami, ternyata bayi tersebut memang dilahirkan di rumah itu,” kata Sahlan.

Hasil pemeriksaan awal polisi menunjukkan, ibu bayi merupakan perempuan warga Desa Badegan. Ia melahirkan bayi laki-laki tersebut di rumah pada Selasa malam.

Perempuan tersebut diketahui telah menikah secara resmi dengan seorang warga Kabupaten Kudus. Namun, rumah tangganya saat ini sedang dalam proses perceraian.

Polisi menduga persoalan rumah tangga dan rasa malu menjadi alasan keluarga memilih menutupi kehamilan tersebut.

Bayi kemudian dibawa oleh kakek dan neneknya ke KSH Pati. Namun, kepada pihak rumah sakit, mereka mengaku seolah-olah menemukan bayi tersebut dalam kondisi dibuang di jalan.

”Sebenarnya itu nggak dibuang, tapi dikasihkan ke KSH. Tapi karena mungkin orang tuanya, mbahnya, merasa malu, mungkin. Dia seakan-akan bayi itu dibuang di jalan,” tandas Sahlan.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut secara utuh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini