SEMARANG – MG Setos resmi memasuki babak baru dengan berganti nama menjadi Grand Setos Hotel. Perubahan identitas tersebut menjadi bagian dari transformasi manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan, serta fasilitas bagi tamu dan pengguna Setos Building.
Grand Setos Hotel kini berada di bawah manajemen baru PT Khatulistiwa Makmur Abadi dengan kepemilikan baru oleh Nur Arifin. Manajemen baru membawa visi untuk membangun kembali standar pelayanan hotel dengan menitikberatkan pada kebersihan, kerapian, kenyamanan, dan kualitas layanan.
General Manager Grand Setos Hotel, Arga Permana, mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama dan identitas hotel. Menurutnya, transformasi menjadi langkah awal untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh dan terukur.
“Transformasi adalah keniscayaan yang harus dijalankan dengan percepatan yang terukur. Kami ingin memastikan seluruh proses perubahan dapat berjalan dengan smooth, tanpa mengurangi pelayanan terbaik yang kami berikan kepada para tamu,” kata Arga.
Sebagai langkah awal transformasi, manajemen mulai melakukan sejumlah pembenahan. Di antaranya membersihkan dan merapikan area depan hotel, memasang identitas serta logo baru, hingga melakukan penataan di setiap lantai.
Logo baru Grand Setos Hotel juga menjadi bagian dari identitas baru tersebut. Logo yang menampilkan simbol bahtera dan huruf GSH menggambarkan perjalanan baru dengan fondasi yang kokoh.
Sementara itu, simbol kompas dengan empat penjuru mata angin merepresentasikan empat pilar yang menjadi semangat kerja Grand Setos Hotel, yakni bekerja dengan suka cita, berdoa, berikhtiar, serta senantiasa berbagi dan bersyukur.
Vice President Operation and Commercial Grand Setos Hotel dan Setos Building, Wuryanto, mengatakan pembenahan dan penataan akan menjadi fokus manajemen ke depan. Hal itu dilakukan agar perubahan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dirasakan oleh para pengguna fasilitas.
“Pembenahan dan penataan tentunya akan menjadi fokus kami ke depan. Kami ingin Grand Setos Hotel dan Setos Building bukan hanya terlihat lebih baik, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan pengalaman yang lebih baik bagi setiap tamu,” ujarnya.
Wuryanto menambahkan, Grand Setos Hotel merupakan salah satu hotel yang berada di bawah kepemilikan Nur Arifin. Salah satu hotel yang menjadi sister company Grand Setos adalah The New Atrium Jogja.
“Grand Setos Hotel ini bukan satu-satunya hotel yang dimiliki oleh Pak Nur Arifin. Ada beberapa hotel, antara lain The New Atrium Jogja yang merupakan sister company kami,” lanjut Wuryanto.
Fokus pembenahan Grand Setos Hotel tidak hanya menyasar tamu yang menginap. Manajemen juga memberikan perhatian kepada pengguna ruang untuk berbagai kegiatan dan acara, serta tenant yang menjalankan aktivitas perkantoran di Setos Building.
Manajemen Grand Setos Hotel menyatakan transformasi akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat standar pelayanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat yang datang dan berkegiatan di kawasan tersebut.
Dalam acara tasyakuran bersama staf dan anak-anak panti asuhan, pemilik Grand Setos Hotel, Nur Arifin, didampingi Dhina Christiana, turut menyampaikan komitmen terhadap perjalanan baru hotel tersebut.
Dengan fondasi yang lebih kuat, semangat baru, dan komitmen untuk terus berbenah, Grand Setos Hotel dan Setos Building siap membawa standar yang lebih baik bagi industri hospitality di Semarang dan Jawa Tengah.



































