Beranda Wisata dan Kuliner Budaya Dibuka Menteri Kebudayaan, Gelar Karya GSMS Pati Tampilkan Beragam Budaya Lokal

Dibuka Menteri Kebudayaan, Gelar Karya GSMS Pati Tampilkan Beragam Budaya Lokal

0
0-0x0-0-0#
0 0
Read Time1 Minute, 57 Second

PATI — Program Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 di Kabupaten Pati resmi dibuka Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon di Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan Pati, Rabu (26/8) malam. Pembukaan ditandai dengan penampilan beragam kesenian oleh para siswa peserta program.

Gelar Karya GSMS tersebut berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Sebanyak 20 sekolah jenjang SD hingga SMP ambil bagian dalam kegiatan ini setelah para siswa mengikuti pembelajaran seni secara langsung bersama para seniman.

Selain Fadli Zon, pembukaan turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan serta Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengajak para siswa untuk mencintai sekaligus menjunjung tinggi seni dan budaya lokal. Menurutnya, penguatan budaya daerah penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas dan jati diri bangsa.

“Saya yakin adik-adik kita ini, generasi penerus kita ini adalah para siswa yang mencintai seni,” kata Fadli Zon.

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan seni pertunjukan yang sangat beragam, mulai dari teater, tari, ketoprak, wayang orang, hingga musik tradisi dan kontemporer.

Karena itu, menurut dia, generasi muda perlu terlebih dahulu mengenal berbagai ekspresi budaya yang berkembang di daerahnya masing-masing.

“Kita harus menjunjung seni budaya lokal. Harus tahu dulu di Pati ini ada apa saja ekspresi budayanya, seninya, budayanya dan inilah yang pertama kali kita kuatkan supaya kita tidak kehilangan identitas, tidak kehilangan jati diri,” tuturnya.

Fadli juga memastikan program GSMS akan terus dilanjutkan Kementerian Kebudayaan. Bahkan, variasi program tersebut akan dikembangkan dan diperbanyak, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Menurutnya, upaya memajukan kebudayaan nasional merupakan amanat konstitusi. Hal tersebut tercantum dalam Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang mengamanatkan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

“Jadi kita punya tanggung jawab bagaimana kita semua ini memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” terangnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghidupkan dan melestarikan kesenian di Kabupaten Pati.

“Kesenian ini sudah sangat dihidupkan oleh masyarakat dan juga oleh pemerintah. Kita semua punya komitmen yang sama untuk menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.

Menurut Risma, GSMS memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka tidak hanya mempelajari kesenian secara teori di dalam kelas. Para siswa juga dapat berinteraksi dan berlatih secara langsung bersama para seniman.

“Dengan kesenian, kita dapat bersatu, mempunyai satu bahasa, satu irama, lebih akrab dan meminimalisir konflik, serta membentuk team work yang kuat,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini