Beranda Wisata dan Kuliner Budaya Larung Sesaji Sedekah Laut Sambiroto Berlangsung Khidmat, Puluhan Perahu Iringi Prosesi di...

Larung Sesaji Sedekah Laut Sambiroto Berlangsung Khidmat, Puluhan Perahu Iringi Prosesi di Perairan Tayu

0
0 0
Read Time1 Minute, 41 Second

PATI – Tradisi Sedekah Laut atau larung sesaji yang digelar masyarakat nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, berlangsung khidmat, Sabtu (11/7/2026). Sekitar 50 perahu nelayan tradisional mengiringi prosesi pelarungan sesaji sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus harapan agar para nelayan senantiasa diberi keselamatan dan rezeki yang melimpah.

Prosesi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun itu mendapat pengamanan dari Satpolairud Polresta Pati bersama personel Polsek Tayu. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan di perairan.

Pengamanan dipimpin Ps. Kasubnit Patwal Air Satpolairud Polresta Pati Aipda M. Muhlisin. Rombongan panitia memulai kegiatan sekitar pukul 09.30 WIB dari TPI Desa Sambiroto menuju perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan, menggunakan kapal-kapal nelayan.

Dalam prosesi tersebut, sesaji berupa satu kepala kambing dilarung ke laut sebagai simbol rasa syukur masyarakat pesisir. Puluhan kapal nelayan mengiringi pelarungan sehingga menciptakan pemandangan yang semarak di tengah perairan.

Untuk mendukung keamanan kegiatan, Satpolairud menyiapkan berbagai perlengkapan keselamatan, seperti life jacket, ring buoy, megaphone, serta kendaraan operasional guna mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat.

Prosesi larung sesaji selesai sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah itu, panitia dan petugas melaksanakan konsolidasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan mengatakan, pengamanan merupakan bentuk pelayanan Polri dalam mendukung kegiatan budaya masyarakat yang melibatkan aktivitas di wilayah perairan.

“Tradisi sedekah laut merupakan warisan budaya yang perlu dijaga bersama. Kehadiran personel Satpolairud bertujuan memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan tertib serta tetap mengutamakan keselamatan selama berada di laut,” ujar Kompol Hendrik Irawan.

Ia mengimbau para nelayan dan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut dengan menggunakan perlengkapan keselamatan, memantau kondisi cuaca, serta mematuhi arahan petugas untuk mencegah kecelakaan di perairan.

Kompol Hendrik juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan keadaan darurat, tindak pidana, maupun membutuhkan bantuan kepolisian. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam sebagai bentuk pelayanan cepat dan responsif kepada masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini