PATI – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyalurkan dana zakat sebesar Rp782 juta kepada masyarakat pada triwulan kedua 2026. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial, mulai dari bedah rumah, modal usaha, bantuan masjid, madrasah, hingga santunan bagi masyarakat kurang mampu.
Kepala Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengatakan penyaluran zakat tersebut merupakan hasil penghimpunan zakat selama triwulan kedua tahun ini. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
“Jadi triwulan kedua ini Kemenag Pati mentasarufkan zakat kepada penerima. Periode ini yang diberikan ada bedah rumah, modal untuk usaha, bantuan masjid, bantuan madrasah, dan madrasah diniyah serta membantu kaum miskin duafa,” katanya.
Ia menjelaskan, dana zakat yang terkumpul mencapai Rp782 juta. Bantuan kemudian disalurkan kepada masyarakat di wilayah Eks Kawedanan Juwana dan Eks Kawedanan Tayu. Setiap kecamatan di dua wilayah tersebut memiliki sekitar 70 hingga 80 penerima manfaat.
“Selama tiga bulan kita tasarufkan itu. Kemarin ada dua Kawedanan. Pertama Kawedanan Juwana. Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa, dan Trangkil. Kemudian Kawedanan Tayu ada Kecamatan Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Cluwak, dan Gunungwungkal,” terangnya.
Syaiku menyebutkan, besaran bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jenis program. Bantuan bedah rumah, misalnya, sebesar Rp12,5 juta per penerima sebagai dana stimulan, sedangkan bantuan untuk masjid dan madrasah masing-masing sekitar Rp5 juta.
“Untuk bedah rumah kami hanya stimulan. Jadi tidak bisa langsung jadi rumah. Kami ada 19 titik, yang kami bantu hanya Rp12,5 juta. Masjid kami hanya sekitar Rp5 jutaan termasuk madrasah. Guru kemarin bantu yang rumahnya tidak layak huni,” terangnya.
Ia berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, baik dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi maupun kualitas hidup masyarakat.
“Harapan kami mudah-mudahan bantuan ini yang jelas bermanfaat bagi teman-teman yang butuh bantuan. Kemudian untuk bantuan yang lain, seperti konsumtif itu mudah-mudahan bisa membantu kehidupan sehari-hari. Bantuan usaha mudah-mudahan bisa dikembangkan. Bantuan rumah bisa ditempati lebih nyaman. Berpengaruh terhadap kesehatannya maupun ibadahnya,” pungkasnya.





































