Puluhan Kapal Mangkrak yang Penuhi Alur Sungai Silugonggo Bakal Ditertibkan

    0
    0 0
    Read Time1 Minute, 33 Second

    BETANEWS.ID, PATI – Tim Terpadu Maritim Juwana mendata puluhan kapal mangkrak yang berada di alur Sungai Silugonggo, Kabupaten Pati, Jumat (3/7/2026). Pendataan tersebut menjadi langkah awal sebelum dilakukan penertiban karena kapal-kapal yang terbengkalai dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu melibatkan personel Satpolairud Polresta Pati, TNI AL, Pengelola Pelabuhan Perikanan (PPP) Juwana, serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Tim menyusuri alur Sungai Silugonggo menggunakan satu unit kapal tambangan untuk mendata kapal-kapal yang sudah tidak lagi beroperasi.

    Dari hasil pendataan, tercatat sebanyak 26 kapal mangkrak berada di sepanjang alur Sungai Silugonggo. Selain menghitung jumlah kapal, petugas juga mengidentifikasi kepemilikan kapal sebagai dasar tindak lanjut penertiban dan evakuasi.

    Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengatakan pendataan diperlukan agar proses penanganan kapal mangkrak dapat dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan.

    “Pendataan ini menjadi langkah awal untuk memastikan jumlah kapal beserta pemiliknya sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai regulasi,” ujarnya.

    Menurut Hendrik, keberadaan kapal mangkrak di alur Sungai Silugonggo berpotensi menghambat aktivitas kapal nelayan maupun kapal lain yang melintas. Karena itu, pihaknya ingin memastikan jalur pelayaran tetap aman dan lancar.

    “Kami ingin memastikan alur pelayaran tetap aman, lancar, dan tidak terganggu oleh kapal-kapal yang sudah tidak digunakan,” katanya.

    Ia menjelaskan, hasil pendataan akan dikoordinasikan dengan Pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Juwana. Selanjutnya, instansi terkait akan mengirimkan surat peringatan kepada para pemilik kapal sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku.

    “Seluruh proses akan dilaksanakan secara bertahap. Pemilik kapal akan diberikan pemberitahuan terlebih dahulu sehingga penyelesaiannya tetap mengedepankan mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

    Hendrik menambahkan, penanganan kapal mangkrak membutuhkan sinergi lintas instansi karena menyangkut aspek pelayaran, kepelabuhanan, dan keselamatan di wilayah perairan.

    “Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar persoalan kapal mangkrak di Sungai Silugonggo dapat diselesaikan secara efektif dan memberikan kepastian bagi seluruh pengguna alur pelayaran,” pungkasnya.

    Happy
    Happy
    0 %
    Sad
    Sad
    0 %
    Excited
    Excited
    0 %
    Sleepy
    Sleepy
    0 %
    Angry
    Angry
    0 %
    Surprise
    Surprise
    0 %

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini