Beranda Berita Pati Bayi Perempuan Ditemukan di Bengkel Ketanen Pati, Tali Pusar dan Ari-Ari Masih...

Bayi Perempuan Ditemukan di Bengkel Ketanen Pati, Tali Pusar dan Ari-Ari Masih Menempel

0
0 0
Read Time2 Minute, 11 Second

PATI – Warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, digemparkan dengan penemuan bayi perempuan di sebuah bengkel mobil, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel.

Bayi itu ditemukan di atas kursi panjang bengkel. Tubuhnya dimasukkan ke dalam kardus bekas air mineral dalam posisi miring dan dibungkus kain berwarna hitam dan putih. Saat ditemukan, tubuh bayi masih berlumuran darah segar.

Pemilik bengkel sekaligus saksi mata, Slamet Santoso, mengatakan, penemuan tersebut bermula ketika dirinya hendak membuka toko dan bengkel sekitar pukul 09.00 WIB. Saat menuju bagian belakang bengkel, ia melihat sebuah kardus yang mencurigakan.

“Kami memang setiap pagi buka toko di bengkel sekitar jam delapan atau jam sembilan. Tapi hari ini saya mau buka jam sembilan. Kebetulan tadi saya mau buka toko, saya ke sini dulu. Kok tiba-tiba ada kardus. Saya tengok ternyata berisi bayi,” ujar Slamet.

Slamet mengaku sempat tidak berani memeriksa bayi tersebut secara detail. Namun, ia melihat bayi masih bergerak sehingga diyakini dalam kondisi hidup.

“Bayi diwadahi kardus, dibungkus sama kain. Enggak menangis, tetapi saya lihat gerak-gerak tadi,” katanya.

Setelah mengetahui isi kardus tersebut, Slamet memanggil pekerjanya dan menghubungi perangkat desa untuk mendapatkan penanganan.

“Setelah menemukan bayi, saya memanggil anak buah saya. ‘Ini ada bayi,’ begitu. Terus saya telepon perangkat desa. Sekarang dibawa ke Puskesmas Trangkil,” ungkapnya.

Kepala Desa Ketanen, Heri Pribadi, mengatakan, setelah menerima laporan tersebut, pihak desa langsung berkoordinasi dengan bidan desa dan membawa bayi ke Puskesmas Trangkil. Langkah itu dilakukan karena kondisi bayi dinilai sangat kritis.

“Saya dikabari dari perangkat saya, kemudian saya dikabari Pak Kapolsek. Bidan desa saya suruh ke sini, lalu bayi saya suruh dibawa ke puskesmas karena bayinya sudah sangat kritis,” jelas Heri.

Heri menyebut bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan diduga baru beberapa jam dilahirkan. Saat ditemukan, bayi dalam posisi miring dengan ari-ari masih menempel dan tubuh berlumuran darah.

“Jenis kelamin perempuan. Saat ditemukan diam, posisi miring. Ari-ari masih menempel dan masih berlumuran darah,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Heri memperkirakan bayi dilahirkan sekitar empat hingga lima jam sebelum ditemukan. Bayi juga disebut dalam kondisi lemas dan kelaparan sehingga mendapat penanganan awal dari bidan desa.

“Bayi lahir kurang lebih empat atau lima jam kemungkinan. Bayi kelaparan. Kemudian tadi diberi susu oleh ibu bidan desa untuk penanganan pertama,” tandasnya.

Sementara itu, kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak yang diduga membuang bayi tersebut.

Kapolsek Trangkil, AKP Suntoro, mengatakan, petugas masih melakukan pengumpulan informasi dan memeriksa sejumlah saksi di lapangan.

“Kami masih di lapangan, masih mengumpulkan data-data,” kata AKP Suntoro.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini