Beranda Wisata dan Kuliner Budaya Angkat Sejarah Pati-Mataram, Siswa SMPN 5 Pati Pentaskan “Rembulan di Antara Dua...

Angkat Sejarah Pati-Mataram, Siswa SMPN 5 Pati Pentaskan “Rembulan di Antara Dua Panji”

0
0 0
Read Time1 Minute, 52 Second

PATI – Sejarah panjang hubungan Pati dan Mataram diangkat ke atas panggung oleh siswa SMP Negeri 5 Pati dalam gelaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), Jumat (28/8/2026) sore.

Dalam pentas tersebut, para siswa membawakan teater berjudul “Rembulan di Antara Dua Panji”. Lakon itu mengisahkan hubungan dua kerajaan besar yang memiliki jejak persaudaraan kuat, sebelum akhirnya diwarnai pergolakan politik dan perseteruan.

Cerita tersebut juga mengangkat sosok Nimas Penjawi yang disebut memiliki darah Pati dan masih memiliki hubungan saudara dengan Wasis Joyo Kusumo.

Hubungan Pati dan Mataram kemudian mengalami goncangan setelah penaklukan Madiun. Pergolakan politik membuat kedua kekuatan tersebut berada dalam pusaran konflik.

Namun, dalam lakon tersebut, Wasis Joyo Kusumo memilih mundur dari peperangan. Sikap itu digambarkan sebagai upaya untuk mencegah amarah dan konflik berujung pada pertumpahan darah.

Melalui pementasan itu, siswa tidak hanya diajak mengenal seni pertunjukan, tetapi juga memahami sejarah daerahnya. Pati dinilai memiliki jejak sejarah yang kuat dan melahirkan sejumlah tokoh penting sejak masa kerajaan.

Nilai keberanian sekaligus welas asih yang menjadi bagian dari cerita juga coba dikenalkan kepada para siswa melalui pertunjukan tersebut.

Pementasan semakin menarik dengan perpaduan drama, tari, dan musik kontemporer. Alunan gamelan dipadukan dengan alat musik modern sehingga menghasilkan pertunjukan yang lebih dinamis.

Guru pendamping SMPN 5 Pati, Isti, mengatakan seluruh unsur pertunjukan, mulai dari aktor, penari hingga pemusik, melibatkan siswa.

Para siswa, kata dia, mendapat pendampingan dari pegiat teater untuk mempersiapkan pementasan tersebut.

“Kolaborasi lintas seni ini kemudian dibalut menjadi karya yang dimiliki oleh anak-anak. Kami cukup senang karena dapat memberikan wadah berkarya bagi para siswa,” ujar Isti.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 5 Pati, Teguh Suroso, mengapresiasi program GSMS yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal sekaligus mengembangkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.

Teguh mengatakan, pihaknya berencana melanjutkan semangat tersebut melalui gebyar budaya yang akan digelar secara rutin di lingkungan sekolah.

“Ini juga menjadi komitmen kami dalam melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Pati. Khususnya bagi warga SMPN 5 Pati,” imbuhnya.

Selain berkesenian, Teguh menilai proses latihan hingga pementasan juga memberikan pendidikan karakter kepada siswa. Mereka belajar menerapkan disiplin, gotong royong, persaudaraan, serta membangun hubungan yang lebih rukun dengan teman.

“Proses berkesenian ini mengajarkan anak-anak disiplin, gotong royong, persaudaraan, serta lebih rukun dengan temannya,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini