Beranda Berita Pati MAN 1 Pati Deklarasikan Madrasah Ramah Anak, Libatkan 48 Sekolah se-Jateng

MAN 1 Pati Deklarasikan Madrasah Ramah Anak, Libatkan 48 Sekolah se-Jateng

0
0 0
Read Time2 Minute, 13 Second

PATI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman melalui Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak yang digelar di lingkungan madrasah, kemarin. Kegiatan tersebut mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak”.

Sebanyak 145 siswa beserta guru pendamping dari 48 sekolah se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan tersebut. Seminar juga dihadiri perwakilan alumni MAN 1 Pati yang saat ini menempuh pendidikan di 10 perguruan tinggi di Indonesia.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Faisa Mukti Septyani, serta Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Madrasah Ramah Anak yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Kepala MAN 1 Pati, Moh Kodri, mengatakan seminar dan deklarasi tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang benar-benar ramah anak. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari peningkatan kapasitas guru hingga pembenahan sarana dan prasarana.

“Ini sudah kita upayakan dengan cara memberikan bimbingan teknis kepada teman-teman guru, edukasi kepada anak-anak, dan juga terus menambah pembenahan sarana prasarana agar betul-betul kegiatan ramah anak ini bisa direalisasikan,” katanya.

Menurutnya, seminar tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi semata, tetapi diharapkan mampu melahirkan implementasi nyata di lingkungan sekolah.

“Materinya dari narasumber tentang bagaimana memberikan ruang agar anak bisa mengapresiasikan diri, mengeksplorasi potensi, dan merasa nyaman di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter untuk menciptakan ruang pendidikan yang aman dan kondusif bagi peserta didik.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda harus dibekali pendidikan karakter dan pendidikan agama yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Harapannya memang pendidikan karakter ini sangat penting. Ruang pendidikan, khususnya madrasah di Kabupaten Pati, perlu terus ditingkatkan. Pendidikan yang berkarakter, terutama pendidikan keagamaan, menjadi bekal penting bagi anak-anak kita,” terangnya.

Ia juga mengingatkan agar peserta didik memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, bukan justru dikendalikan oleh teknologi.

“Ditekankan sekarang anak-anak ini lebih mengutamakan menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan, bukan untuk dimanfaatkan oleh teknologi. Jadi anak-anak ini supaya lebih belajar lagi, lebih menguasai ilmu lagi karena ke depannya persaingan juga lebih berat,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan salah satu program prioritas Kementerian Agama, yakni mewujudkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi.

“Jadi Kementerian Agama itu punya delapan program prioritas, salah satu di antaranya adalah mewujudkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi. Yang kami garis bawahi pada hari ini adalah pendidikan yang ramah,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini