PATI – Insiden tak sportif mewarnai pertandingan Piala Soeratin U-17 di Lapangan Gelora Bung Karno, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Senin (27/7/2026) sore. Seorang pemain diduga melakukan tendangan bergaya kungfu kepada pemain lawan hingga korban harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat keributan terjadi di lapangan setelah terjadi perselisihan antarpemain dari kedua tim.
Di tengah situasi yang memanas, seorang pemain berjersey terang tampak berlari dan melayangkan tendangan ke arah pemain lawan yang mengenakan jersey gelap. Penyebab pasti insiden tersebut hingga kini belum diketahui.
Video lain yang beredar memperlihatkan korban, Rama Jangkar, pemain BLJ 2000, tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Tangan korban tampak diperban dan diduga mengalami patah akibat insiden tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan terjadi dalam pertandingan antara BLJ 2000 melawan Universitas Safin Pati. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.
Ketua Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak seharusnya terjadi, terlebih dalam kompetisi kelompok umur yang mengedepankan pembinaan pemain muda.
“Kejadian seperti ini sangat disayangkan. Kami berharap pelaku mendapat sanksi sesuai ketentuan agar menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh pemain, pelatih, dan ofisial untuk selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, pembinaan sepak bola usia muda tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga membentuk karakter dan sikap sportif para pemain.









































