Beranda Berita Pati Pemkab Pati Tetapkan Tanggap Darurat Kekeringan, Siapkan Rp250 Juta untuk Droping Air

Pemkab Pati Tetapkan Tanggap Darurat Kekeringan, Siapkan Rp250 Juta untuk Droping Air

0
0 0
Read Time1 Minute, 36 Second

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Status tersebut memungkinkan pemerintah menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, status siaga darurat kekeringan kini ditingkatkan menjadi tanggap darurat bencana. Penetapan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 36 Tahun 2013.

Menurut Chandra, dalam aturan tersebut terdapat sejumlah indikator untuk menetapkan status tanggap darurat, di antaranya kekeringan yang berdampak pada sedikitnya 1.200 hektare lahan pertanian dan tiga desa.

“Syaratnya 1.200 lahan (pertanian) yang kekeringan dan tiga desa. Sekarang ini terpantau sudah sekitar 1.700 hektare lahan kekeringan,” katanya.

Ia menjelaskan, status tanggap darurat mulai diberlakukan pada Jumat (17/9/2026). Status tersebut akan berlangsung hingga kondisi kekeringan dinyatakan selesai.

“Mulai besok. Dokumen ini harus ditandatangani semua Forkopimda Kabupaten Pati. Jadi besok kita tanggap darurat ini. Berlangsungnya sampai kekeringan selesai,” jelasnya.

Chandra menyebut penetapan status tanggap darurat memberikan keleluasaan bagi Pemkab Pati dalam menggunakan dana BTT untuk kegiatan penanganan kekeringan.

“Kalau siaga kita belum bisa menggunakan dana BTT. Kalau tanggap darurat kita bisa menggunakan BTT,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Pemkab Pati menyiapkan sekitar Rp250 juta dari dana BTT untuk penanganan kekeringan. Namun, anggaran tersebut masih dapat ditambah apabila kondisi kekeringan berlangsung lebih lama.

“Nominalnya sekitar Rp250 juta. Tapi fleksibel. Kalau kekeringannya panjang pasti akan kita alokasikan tambahan. Karena dana BTT kami masih ada,” terangnya.

Dana tersebut akan diprioritaskan untuk memaksimalkan pengiriman air bersih ke wilayah terdampak. Pemkab Pati menargetkan droping air dilakukan ke 40 desa yang saat ini mengalami kekeringan.

“Kita laksanakan pengiriman truk-truk tangki air bersih di 40 desa terdampak. Sehingga hal ini sudah dialokasikan ke 40 desa terdampak kekeringan tadi,” pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, kekeringan saat ini melanda 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Jaken, Jakenan, Gabus, Winong, Pucakwangi, Kayen, Tambakromo, Sukolilo, Batangan, dan Dukuhseti.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini