Beranda Berita Pati Sungai Silugonggo Surut, Warga Pati Bikin “River Coffee” di Dasar Sungai

Sungai Silugonggo Surut, Warga Pati Bikin “River Coffee” di Dasar Sungai

0
0 0
Read Time2 Minute, 27 Second

PATI – Secangkir kopi biasanya dinikmati di angkringan, warung kopi, kafe, atau kedai street coffee. Namun, sejumlah warga Kabupaten Pati memilih tempat yang tak biasa untuk menikmati minuman favorit mereka, yakni di dasar Sungai Juwana atau Sungai Silugonggo yang tengah mengering.

Pemandangan unik itu terlihat di kawasan Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Sejumlah warga dari berbagai profesi datang untuk menghabiskan waktu sore dengan secangkir kopi sembari melihat kondisi Sungai Silugonggo yang surut dan mengering.

Berbekal terpal yang biasanya digunakan untuk menutup perahu, mereka duduk santai di tengah dasar sungai. Sambil menyeruput kopi, obrolan ringan hingga berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Pati mengalir di antara mereka.

Bagi warga, momen tersebut menjadi pengalaman langka. Sebab, kondisi Sungai Silugonggo yang mengering bukan pemandangan yang biasa mereka temui.

Salah seorang pengunjung asal Juwana, Ari Subekti, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan bersama teman-temannya untuk melepas penat.

“Jadi sore ini kita memang bersama kawan-kawan mencoba melepas penat, Mas. Kalau biasanya ngopi itu kami di warung atau di sekretariat Jampi Sawan, itu diskusi serius. Tetapi kita mencoba dolan ke Ngantru ini,” kata Ari saat ditemui di lokasi, Jumat (28/8/2026).

Menurut Ari, menikmati kopi di dasar sungai memberikan suasana yang berbeda. Selain dapat berkumpul bersama teman, mereka juga bisa melihat langsung kondisi sungai dari bagian yang biasanya hanya dilewati atau dipandang dari tepian.

“Siapa tahu ngopi di dasar sungai ini kemudian mendapatkan pencerahan. Ngopi sore dengan teman-teman,” ujarnya.

Ia menyebut suasana di dasar sungai semakin menarik karena masih terdapat sejumlah genangan air di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat warga dapat menikmati sungai dari sudut pandang yang berbeda.

“Kelihatannya memang asyik ngopi di dasar sungai. Ada beberapa genangan di sekitarnya yang biasanya kita tidak berani, misalkan nyemplung. Mumpung ini ada kesempatan, Tuhan memberi kesempatan untuk ngopi di tengah sungai,” jelasnya.

Ari bahkan menyebut aktivitas tersebut sebagai alternatif baru bagi pencinta kopi selama musim kemarau.

“Kalau biasanya teman-teman ngopi di warung, kafe atau street coffee, sekarang silakan ngopi di river coffee, ngopi di dasar sungai. Kayaknya asyik,” tuturnya.

Meski tidak ada warung kopi di tengah sungai, pengunjung tetap bisa memesan kopi dari warung yang berada di sekitar lokasi. Kopi tersebut kemudian dibawa ke dasar sungai untuk dinikmati sembari bercanda dan menikmati suasana sore.

“Di Ngantru ini kita bisa memesan kopi meskipun warung kopinya bukan di dasar sungai, tetapi kita bisa meminumnya sambil guyon-guyon di dasar sungai sore ini,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Lisin, warga Margoyoso. Ia mengaku baru pertama kali merasakan sensasi menikmati kopi di dasar Sungai Silugonggo.

“Saya datang ke sini karena diajak teman. Berhubung sedang tidak ada aktivitas, makanya datang ke sini dan mencoba hal yang baru,” ucap Lisin.

Menurut Lisin, pengalaman tersebut terasa menyenangkan karena bisa berkumpul bersama teman sekaligus menikmati suasana ngopi yang berbeda dari biasanya.

Baginya, mengeringnya Sungai Silugonggo bukan sekadar fenomena yang menarik perhatian. Kondisi tersebut justru menjadi kesempatan untuk menikmati waktu bersama dengan cara yang tak biasa, yakni ngopi di dasar sungai sembari menikmati suasana senja.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini