Beranda Berita Pati Plt Bupati Pati: Tradisi Meron Bukan Sekadar Tradisi Desa Sukolilo

Plt Bupati Pati: Tradisi Meron Bukan Sekadar Tradisi Desa Sukolilo

0
0 0
Read Time2 Minute, 21 Second

PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan Tradisi Meron bukan sekadar tradisi masyarakat Desa Sukolilo. Tradisi yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dinilai sebagai bagian dari kekayaan adat Kabupaten Pati yang harus dilestarikan bersama.

Hal itu disampaikan Chandra saat menghadiri Tradisi Meron Desa Sukolilo 2026 di Halaman Masjid Baitul Yaqin, Desa Sukolilo, Kamis (27/8/2026).

“Acara Meron bukan hanya acara Desa Sukolilo, melainkan acara adat Kabupaten Pati yang harus kita lestarikan bersama untuk anak cucu kita,” kata Chandra.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Pati akan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Tradisi Meron pada tahun-tahun mendatang. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat tradisi itu tetap hidup sekaligus berkembang sebagai kekayaan budaya daerah.

“Meron harus terus kita selenggarakan dengan meriah. Selain menjaga budaya, kegiatan seperti ini juga memberikan efek domino bagi masyarakat, termasuk mendorong UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Chandra mengatakan, Desa Sukolilo memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan dan perjalanan budaya masyarakat Pati. Tradisi Meron pun berkembang beriringan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta menjadi bagian dari upaya mengenang jasa leluhur dan para pejuang.

“Tempat ini adalah tempat yang mulia. Dahulu para pejuang dalam pertempuran Mataram datang ke Sukolilo dan bertepatan dengan Maulid Nabi. Dari sejarah itulah kemudian lahir Tradisi Meron,” tuturnya.

Ia menilai keberlangsungan tradisi dan budaya daerah tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Karena itu, Pemkab Pati mendorong anak-anak muda agar mengenal, mencintai, sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan seni dan budaya daerah.

“Generasi muda harus terus kita ajak melestarikan seni dan budaya. Salah satunya melalui kegiatan GSMS yang baru saja diresmikan,” jelas Chandra.

Selain keterlibatan generasi muda, menurut Chandra, penguatan budaya juga membutuhkan ruang belajar sejarah yang memadai. Pemkab Pati pun terus mendorong keberadaan museum yang dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerah.

Ia menyebut Menteri Kebudayaan telah memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan museum di Kabupaten Pati.

“Bagaimana anak-anak muda bisa mencintai budaya dan Pati kalau tidak ada museum untuk belajar sejarah Pati?” katanya.

Chandra menegaskan seni dan budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat. Karena itu, pengembangan budaya menjadi salah satu bagian dari upaya Pemkab Pati membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Seni dan budaya adalah alat pemersatu bangsa. Karena itu, tujuan kita adalah membudayakan seni di Kabupaten Pati,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh rangkaian Tradisi Meron Sukolilo 2026 yang telah berlangsung sejak 20 Agustus hingga puncak kegiatan. Menurutnya, kegiatan budaya seperti Meron tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat kebangsaan dan mempererat persaudaraan masyarakat.

“Siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini kalau bukan kita sendiri? Karena itu, mari kita jaga dan wariskan kepada anak cucu,” tuturnya.

Tradisi Meron Desa Sukolilo 2026 diselenggarakan Pemerintah Desa Sukolilo dengan melibatkan masyarakat Desa Sukolilo dan sekitarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat Kabupaten Pati yang mengikuti rangkaian tradisi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini