Beranda Berita Pati Geram Listrik Sering Padam, Puluhan Warga Bageng Geruduk Kantor PLN Pati

Geram Listrik Sering Padam, Puluhan Warga Bageng Geruduk Kantor PLN Pati

0
0 0
Read Time3 Minute, 7 Second

PATI – Puluhan warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mendatangi Kantor PLN Pati, Kamis (22/10/2026). Mereka mengadukan pemadaman listrik yang berulang kali terjadi, terutama pada malam hari, dan disebut telah berlangsung hampir satu tahun.

Gangguan listrik tersebut dikeluhkan warga di RW 7, RW 8, dan RW 9, Dukuh Rubiah, Desa Bageng. Kepala Desa Bageng, Zaenuri, menyebut sekitar 1.000 warga terdampak akibat pasokan listrik yang kerap terputus hingga berjam-jam.

Kedatangan warga bersama pemerintah desa itu bertujuan meminta kejelasan sekaligus mendesak PLN segera menyelesaikan persoalan yang telah mengganggu aktivitas masyarakat selama berbulan-bulan.

“Kami datang untuk menyampaikan keluhan warga yang terdampak. Wilayah RW 7, RW 8, dan RW 9 ini sudah hampir satu tahun sering mengalami pemadaman listrik,” kata Zaenuri.

Menurut Zaenuri, pemadaman biasanya terjadi selepas Magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, gangguan terbaru yang terjadi sejak Rabu (21/10/2026) malam berlangsung lebih lama.

Listrik baru kembali menyala sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis pagi. Artinya, warga mengalami pemadaman selama sekitar 16 jam, sejak pukul 18.00 WIB sehari sebelumnya.

“Biasanya padam sampai empat jam, mulai habis Magrib sampai jam 10 malam. Tapi tadi malam padam terus, dari jam 6 sore sampai jam 10 pagi baru ada penanganan,” ujarnya.

Pemadaman berulang tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Sejumlah peralatan rumah tangga, seperti pompa air dan mesin cuci, tidak dapat digunakan. Jaringan Wi-Fi juga terputus sehingga mengganggu aktivitas anak-anak yang membutuhkan akses internet untuk belajar.

Gangguan itu turut berdampak pada kegiatan ekonomi warga, terutama mereka yang mengandalkan peralatan elektronik untuk bekerja maupun bertani.

Zaenuri mencontohkan, warga yang bekerja di sektor pertanian jeruk membutuhkan listrik untuk mengisi daya baterai alat penyemprot tanaman.

“Dampaknya banyak. Tidak bisa memasak, mencuci, pompa air mati, Wi-Fi juga mati. Untuk ekonomi warga, alat semprot yang menggunakan baterai juga perlu diisi daya,” jelasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN Pati, Kahfi Fikar Akbar, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi dan surat permohonan dari Pemerintah Desa Bageng terkait penambahan transformator atau trafo listrik di wilayah terdampak.

Menurut Kahfi, pemadaman diduga terjadi karena trafo mengalami trip akibat beban listrik yang melampaui kapasitas.

Berdasarkan informasi yang diterima dari kepala desa, terdapat tambahan empat titik penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang menggunakan pasokan listrik dari trafo umum, bukan trafo khusus.

Pengoperasian pompa sumur dalam untuk menyedot air membutuhkan daya listrik cukup besar. Pada saat bersamaan, konsumsi listrik rumah tangga juga meningkat, terutama ketika cuaca panas dan warga menggunakan pendingin ruangan, kipas angin, serta peralatan elektronik lainnya.

Kondisi tersebut diduga membuat kapasitas trafo yang tersedia tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“Trafo mengalami trip karena bebannya sudah overload. Ada penambahan Pamsimas di empat titik yang menggunakan trafo umum, sehingga ini menjadi salah satu hal yang kami evaluasi,” kata Kahfi.

Sebagai tindak lanjut, PLN Pati berencana melakukan survei langsung ke lokasi terdampak pada Kamis (22/10/2026). Survei tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan material, termasuk trafo dan kabel, guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.

PLN selanjutnya akan mengusulkan kebutuhan material tersebut kepada unit PLN di Kudus agar penanganan dapat segera dilanjutkan.

Kahfi menyebut pihaknya menargetkan persoalan pemadaman listrik di Desa Bageng dapat ditangani dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, percepatan penyelesaian tetap bergantung pada hasil survei dan ketersediaan material yang dibutuhkan.

“Kami berupaya secepat mungkin. Hari ini kami survei kebutuhan materialnya, kemudian langsung kami usulkan agar material bisa segera tersedia dan penambahan trafo dapat dilakukan,” ujarnya.

Kahfi mengakui pihaknya sebelumnya telah beberapa kali menerima laporan gangguan listrik di wilayah tersebut melalui kanal pengaduan. Namun, surat resmi dari pemerintah desa yang secara khusus meminta penambahan trafo baru baru diterima pada Kamis.

Sementara itu, Zaenuri berharap komitmen PLN untuk menangani persoalan tersebut segera direalisasikan. Dengan demikian, warga tidak lagi harus menghadapi pemadaman listrik berulang, terutama pada malam hari.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini