Beranda Berita Pati Ratusan Siswa dan Guru Dua Sekolah di Gembong Diduga Keracunan Usai Santap...

Ratusan Siswa dan Guru Dua Sekolah di Gembong Diduga Keracunan Usai Santap MBG

0
0 0
Read Time2 Minute, 42 Second

PATI – Dugaan keracunan makanan terjadi di dua sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Tak hanya ratusan siswa, sejumlah guru di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati juga diduga mengalami gejala serupa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sedikitnya 230 siswa dari dua sekolah tersebut dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, mulas, hingga diare. Mereka harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, Rabu (9/9/2026).

Pantauan di lokasi, puluhan mobil ambulans terlihat keluar-masuk lingkungan SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati. Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan satu per satu dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Penanganan bahkan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Mitra Bangsa, dan Keluarga Sehat Hospital (KSH).

Banyaknya pasien yang datang membuat Puskesmas Gembong mengalami kelebihan kapasitas pelayanan.

Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengatakan sebanyak 103 siswanya mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan. Mereka berasal dari kelas 7, 8, dan 9.

“103 siswa. Baru diketahui pagi. Tadi pagi anak-anak baru ke kamar mandi. Ternyata mereka sudah merasakan mules-mules. Kemudian semakin siang semakin banyak,” katanya.

Tak hanya siswa, 13 guru SMPN 1 Gembong juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Namun, kondisi para guru masih memungkinkan untuk menjalani penanganan tanpa harus dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Istiana menjelaskan, menu MBG yang disantap terdiri atas nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.

Menu tersebut biasanya diterima sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Namun, pada Selasa (8/9/2026), makanan baru tiba sekitar pukul 11.30 WIB.

Meski mengalami keterlambatan, Istiana mengatakan saat dikonsumsi tidak terdapat keluhan mengenai aroma maupun rasa makanan.

“Biasanya jam setengah 10 sudah sampai. Kemarin itu setengah 12. Tidak (bau). Anak-anak senang saja. Bahkan ada yang minta tambah,” ujarnya.

Sementara itu, di MTsN 3 Pati, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa mencapai sekitar 127 orang dari total sekitar 960 siswa.

Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, mengatakan mayoritas siswa yang terdampak berasal dari kelas 8 dan 9.

“Ini yang terdampak sekitar 127-an dari siswa kami 960-an. Ini rata-rata yang terdampak kelas 8 dan kelas 9,” sebutnya.

Selain siswa, sejumlah guru di MTsN 3 Pati juga disebut mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG. Namun, pihak sekolah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah guru yang terdampak.

Zaenal mengatakan, saat dikonsumsi, siswa dan guru tidak mencurigai adanya masalah pada makanan tersebut. Bahkan, sejumlah siswa disebut menyukai menu yang diberikan dan ada yang meminta tambahan.

“Kemarin itu anak-anak makan, merasakan enak gitu. Sehingga ada yang nambah. Ada anak yang nggak masuk, gilirannya itu dimakan temannya karena dirasakan enak,” imbuhnya.

Menurut Zaenal, distribusi MBG pada Selasa juga mengalami keterlambatan. Jika biasanya makanan dibagikan sekitar pukul 11.20 WIB, pada hari tersebut makanan baru diterima setelah pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan kedua sekolah tersebut mendapatkan menu MBG dari SPPG Gembong 1.

Dinas Kesehatan kini melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada siswa dan guru.

“Tim kami sedang melakukan penyelidikan epidemiologis. Kita menunggu hasil uji lab,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa dan guru benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini