PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak masyarakat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat untuk menjaga Kabupaten Pati tetap aman, sejuk, dan sejahtera.
Ajakan tersebut disampaikan Risma saat menghadiri Tablig Akbar yang digelar Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pati di Masjid Agung Baitunnur Pati, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Rifky Ja’far Thalib sebagai penceramah.
Tablig Akbar mengangkat tema “Merawat Pati dengan Aman, Menyejukkan dengan Akhlak, Membangun dengan Kerukunan, Kedamaian dan Kebersamaan.”
Risma menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Pati yang memiliki sejarah panjang. Menurutnya, keberlangsungan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pati ini sudah 703 tahun dan merupakan salah satu kabupaten tertua di Jawa Tengah. Pati memiliki sejarah panjang yang luar biasa, yang tentunya sudah diciptakan oleh leluhur kita agar Pati aman dan sejahtera,” kata Risma.
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
“Pati akan terjaga dan terawat kalau kita bersinergi. Bersama-sama, insyaallah kita semua mempunyai niat baik untuk menjadikan Pati makmur,” ujarnya.
Risma juga mengutip pesan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan mengenai pentingnya hubungan antara kepemimpinan dan peran ulama dalam membangun daerah.
“Kalau pemimpinnya baik dan ulamanya baik, maka daerahnya akan baik. Begitu sebaliknya. Itu adalah prinsip,” tutur Risma.
Dalam kesempatan tersebut, Risma mengaku bersyukur dapat hadir dan berkumpul bersama masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
Ia menyebut kesempatan itu merupakan nikmat yang luar biasa. Karena itu, menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Tablig Akbar perlu terus dilaksanakan.
“Keagamaan asasnya baik, hasilnya baik. Monggo kegiatan dilanjutkan. Tablig Akbar bisa terus dilaksanakan,” katanya.
Risma juga menyampaikan bahwa amanah sebagai Plt Bupati Pati bukan hanya berkaitan dengan tanggung jawab kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Saya ini menjadi Plt Bupati Pati, bebannya bukan hanya kepada masyarakat Pati, tetapi juga bertanggung jawab kepada Allah,” ujarnya.
Karena itu, Risma meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Pati dapat berjalan dengan baik.
“Saya mohon doa dari bapak ibu semua agar Pati berjalan baik,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Luqman, Pimpinan PD Muhammadiyah Pati menyampaikan, bahwa pelaksanaan Tablig Akbar tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan perlu terus dikembangkan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Luqman juga berharap sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat, terutama dalam upaya membangun Kabupaten Pati yang aman, damai, dan sejahtera.
Ia menilai pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam Tablig Akbar dapat menjadi penguat bagi masyarakat untuk menjaga kerukunan dan menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Pati.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat Pati, menyejukkan masyarakat dengan akhlak, serta membangun kerukunan, kedamaian dan kebersamaan,” ujar Luqman.
Ia menambahkan, Muhammadiyah terbuka untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun Pati.
Sementara itu, Ustadz Rifky Ja’far Thalib dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan dan harapan agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus membangun sinergi demi kemajuan Kabupaten Pati.
Ia berharap Pati ke depan menjadi daerah yang lebih baik melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa setidaknya ada dua kunci agar Pati, dan umumnya Indonesia bisa aman, damai dan sejahtera. Yakni, bersyukur dan memperkuat keimanan.
“Kalau ingin Pati lebih baik, kita, baik Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya, ayo kita tata umatnya agar tidak melakukan perbuatan syirik. Kemudian juga pandai bersyukur. Bukan hanya ucapan, tapi juga perbuatan. Misalnya dengan memperkuat pendidikan,” ungkapnya.







































