Beranda Berita Pati Pemkab Pati Usulkan Renovasi Alun-Alun Kembangjoyo ke Pemerintah Pusat

Pemkab Pati Usulkan Renovasi Alun-Alun Kembangjoyo ke Pemerintah Pusat

0
0 0
Read Time2 Minute, 8 Second

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengusulkan anggaran sebesar Rp10 miliar kepada pemerintah pusat untuk merenovasi Alun-Alun Kembangjoyo. Revitalisasi tersebut diharapkan mampu menjadikan kawasan itu sebagai ruang publik yang lebih representatif sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” di Alun-Alun Kembangjoyo, Senin malam (31/8/2026).

Chandra mengatakan, Alun-Alun Kembangjoyo memiliki potensi untuk kembali diaktifkan sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Car Free Night.

“Car Free Night itu tidak hanya nanti kami laksanakan di Jalan Sudirman. Nanti juga akan kami laksanakan di Alun-Alun Kembangjoyo,” kata Chandra.

Menurutnya, pengaktifan kawasan tersebut perlu dibarengi dengan penataan dan pembaruan fasilitas. Terlebih, Alun-Alun Kembangjoyo masih memiliki area yang cukup luas untuk dikembangkan sebagai ruang publik alternatif bagi masyarakat.

“Kami juga sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk renovasi Alun-Alun Kembangjoyo ini sebesar Rp10 miliar,” ujarnya.

Chandra berharap usulan anggaran tersebut dapat direalisasikan sehingga proses pembangunan dan penataan Alun-Alun Kembangjoyo bisa segera dilakukan.

“Semoga anggaran dari pemerintah pusat bisa terealisasi untuk kita bisa melaksanakan pembangunan Alun-Alun Kembangjoyo dengan lebih megah,” katanya.

Ia menilai, keberadaan ruang publik yang tertata dan ramai aktivitas masyarakat juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

“Alun-alun tercinta ini selalu kita banggakan, selalu kita harapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya.

Selain menyampaikan rencana revitalisasi, Chandra mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati. Menurutnya, situasi daerah yang aman dan tenteram menjadi modal penting untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

“Kalau Pati ini aman, Pati ini tenteram, Pati ini damai, tentunya negara kita juga akan damai dan tenteram,” kata Chandra.

Ia juga mengapresiasi para PKL yang dinilai terus berupaya menjalankan aktivitas usaha secara tertib. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus dijaga untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

“Mari kita sama-sama bergandeng tangan untuk menciptakan kondusivitas Kabupaten Pati,” ujarnya.

Sementara itu, Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” mengangkat kisah sejarah serta tokoh leluhur Pati. Dalam sambutannya, Chandra turut menyinggung sosok Ki Ageng Penjawi dan Mbah Wasis Joyokusumo sebagai bagian dari sejarah daerah yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat.

Ia mengajak masyarakat mengambil nilai dari sejarah dan perjuangan para leluhur Pati. Menurutnya, rasa syukur terhadap potensi daerah perlu diiringi dengan kepedulian bersama untuk menjaga dan mengembangkan Kabupaten Pati.

Pagelaran tersebut turut dihadiri anggota DPRD, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Pati Kota, Lurah Kalidoro, perwakilan PKL Kabupaten Pati, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini