Beranda Berita Pati Viral Dugaan Bullying Siswa MTs di Pati hingga Kehilangan Dua Jari, Sekolah...

Viral Dugaan Bullying Siswa MTs di Pati hingga Kehilangan Dua Jari, Sekolah Bantah Ada Perundungan

0
0 0
Read Time2 Minute, 9 Second

PATI – Dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswa madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Korban dikabarkan mengalami luka serius hingga kehilangan dua jari tangan kiri dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun Facebook Wandi Iin. Dalam unggahan itu disebutkan korban mengaku dikejar tiga siswa kakak kelasnya hingga memanjat pagar sekolah. Sebelum memanjat pagar, korban disebut sempat dipukul di bagian kepala. Saat berusaha menyelamatkan diri, korban terjatuh, pingsan, dan mengalami putus dua jari tangan kiri.

Unggahan tersebut juga menuding ada guru yang meminta korban membuat narasi seolah-olah insiden itu terjadi akibat ulahnya sendiri serta meminta korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, peristiwa itu terjadi pada Senin (27/7/2026). Awak media mendatangi lokasi kejadian di sebuah MTs di Kecamatan Margorejo. Di area sekolah terdapat pagar yang berada di antara kamar mandi dan tempat wudu. Pagar itu diduga menjadi lokasi korban terjatuh hingga mengalami luka serius.

Kepala MTs, Safi’i, membantah peristiwa tersebut merupakan kasus perundungan. Menurutnya, insiden yang dialami siswa murni merupakan kecelakaan tanpa unsur kesengajaan.

“Kejadian yang ada sebetulnya murni insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan maupun perundungan,” kata Safi’i saat ditemui wartawan di sekolah, Sabtu (1/8/2026).

Dia menjelaskan, insiden terjadi usai salat zuhur ketika para siswa hendak kembali ke kelas. Saat itu korban memanjat pagar hingga tangannya terjepit dan kemudian terjatuh.

“Habis salat zuhur, sebelum masuk kelas, ada anak yang naik pagar, kemudian tangannya terjepit. Anak naik pagar dari sisi utara dan jatuh ke sisi selatan pagar,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Safi’i mengatakan korban tidak pingsan dan saat ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

“Kami langsung mengantar korban ke rumah sakit bersama para saksi. Kondisinya tidak pingsan dan kemarin sudah pulang ke rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi dan melihat langsung lokasi kejadian.

“Kami dari Kemenag tentu merasa prihatin karena peristiwa ini terjadi di madrasah. Namun, kami belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut karena saat ini masih ditangani Polresta Pati,” katanya.

Menurut Syaiku, kedatangannya bertujuan memperoleh informasi secara utuh mengenai kronologi kejadian. Hingga kini, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab insiden karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Begitu ada informasi yang beredar di media sosial, kami langsung turun ke lokasi untuk mengetahui secara detail apa yang sebenarnya terjadi,” tuturnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Kami konfirmasi dulu,” singkat Hafid saat dihubungi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini