PATI – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati R. Hari Wibowo mendapat promosi jabatan sebagai Inspektur Muda II pada Inspektorat Keuangan I Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Kepindahan tersebut mendapat apresiasi dari Askab PSSI Kabupaten Pati yang menilai Hari Wibowo telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Bumi Mina Tani.
Ketua Askab PSSI Kabupaten Pati Dian Dwi Budianto mengatakan, meski masa tugas Hari Wibowo di Kabupaten Pati relatif singkat, kepeduliannya terhadap pembinaan sepak bola daerah meninggalkan kesan mendalam.
Menurut Dian, salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Kejaksaan Negeri Pati dan Askab PSSI Pati dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola usia dini bertajuk Adhyaksa Cup 2026.
“Terima kasih atas dukungan dan kontribusi yang telah diberikan untuk sepak bola Pati. Semoga selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam mengemban amanah baru demi kemajuan Kejaksaan Republik Indonesia dan bangsa,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, PSSI Kabupaten Pati akan terus mengenang pengabdian Hari Wibowo dalam mendorong kemajuan sepak bola di Kabupaten Pati.
Seiring promosi tersebut, jabatan Kajari Pati kini resmi diemban Hadiman. Sebelum bertugas di Pati, Hadiman menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Prapenuntutan pada Direktorat C Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung.
Meski terjadi pergantian pimpinan, sinergi antara Kejaksaan Negeri Pati dan Askab PSSI Kabupaten Pati dipastikan tetap berlanjut. Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menggelar Adhyaksa Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati pada 29 Agustus hingga 6 September 2026.
Turnamen berskala nasional tersebut akan diikuti 48 tim dari berbagai daerah di Indonesia pada kategori usia 10 tahun dan 12 tahun. Bahkan, salah satu peserta tercatat berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur.
Dian menjelaskan, seluruh pertandingan akan menggunakan Laws of the Game sesuai regulasi PSSI dan FIFA. Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia melibatkan perangkat pertandingan berlisensi resmi dari Asprov PSSI Jawa Tengah, mulai dari wasit lisensi C1, C2, C3 hingga asesor pertandingan.
“Seluruh perangkat pertandingan kami siapkan agar Adhyaksa Cup berjalan lancar sesuai standar nasional. Ini merupakan kompetisi bergengsi sehingga seluruh regulasi harus diterapkan secara maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, kompetisi diawali dengan babak penyisihan menggunakan sistem grup. Tim yang lolos akan melaju ke fase gugur hingga penentuan juara.
Selain memperebutkan gelar juara, panitia juga menyiapkan penghargaan individu bagi pemain terbaik, penjaga gawang terbaik, dan pencetak gol terbanyak sebagai bentuk apresiasi atas penampilan para peserta.









































