Beranda Berita Pati Libur Sekolah Bikin Harga Cabai hingga Tomat di Pati Turun, MBG Jadi...

Libur Sekolah Bikin Harga Cabai hingga Tomat di Pati Turun, MBG Jadi Salah Satu Penyebab

0
0 0
Read Time2 Minute, 1 Second

PATI – Libur sekolah yang menghentikan sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada pergerakan harga bahan pangan di Kabupaten Pati. Berkurangnya permintaan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, dan aneka sayuran, mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut dirasakan para pedagang di Pasar Puri Baru, Kabupaten Pati. Selain permintaan dari dapur MBG berkurang, minimnya hajatan pada bulan Muharam juga turut menekan daya serap pasar sehingga harga sejumlah bahan pokok ikut terkoreksi.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Puri Baru, Siti Zulaikah, mengatakan hampir seluruh komoditas hortikultura mengalami penurunan harga dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

“Cabai, sayur-sayuran pada turun semua,” ujarnya saat ditemui di Pasar Puri Baru, Kamis (2/7/2026).

Menurut dia, harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram. Penurunan tersebut mulai dirasakan sejak dua hingga tiga pekan terakhir.

Meski harga lebih murah, aktivitas jual beli di pasar belum menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, ia mengaku pola belanja masyarakat berubah karena harga yang lebih terjangkau.

“Kalau sekarang pembeli biasanya langsung beli lebih banyak, seperempat kilogram sekalian karena harganya lebih murah,” katanya.

Tak hanya cabai, harga bawang merah juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya sempat menyentuh Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.

Harga tomat pun ikut terkoreksi cukup tajam. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per kilogram, kini hanya berkisar Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, bergantung kualitasnya.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami penurunan harga. Zulaikah menyebut harga wortel dan kentang masih bertahan tinggi.

“Wortel masih sekitar Rp17.000 per kilogram, kentang Rp18.000. Belum ada penurunan berarti,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kerugian akibat barang tidak segera terjual, para pedagang kini lebih selektif dalam menambah stok dagangan.

“Kalau barang masih ada ya belinya sedikit. Kalau sudah habis baru ambil banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti, menjelaskan penurunan harga bahan pangan dipengaruhi oleh dua faktor utama.

Faktor pertama adalah memasuki bulan Muharam, yang secara tradisi masyarakat Jawa relatif jarang menggelar hajatan sehingga permintaan berbagai kebutuhan pangan menurun.

Faktor kedua ialah berhentinya sementara operasional dapur SPPG selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis ikut berkurang sehingga penyerapan komoditas pangan di pasar menurun.

“Yang jadi langganan tiap tahun di point satu,” tandasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini