Beranda Berita Warta Rembang Dinas Pertanian Rembang Pastikan Kurban Aman Di tengah PPKM

Dinas Pertanian Rembang Pastikan Kurban Aman Di tengah PPKM

40
0
0 0
Read Time2 Minute, 2 Second

Wartapati.com Rembang Mendekati hari raya Idul Adha Dinas Pertanian dan Pangan kab Rembang berupaya memastikan penyelenggaraan kurban aman di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pemerintah Kabupaten menghimbau seluruh tahapan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah termasuk pemeriksaan sebelum hewan disembelih (antemortem) agar kurban aman dikonsumsi masyarakat.

 

Medik Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Moh. Anwarul Fu’ad menyampaikan untuk tahapan persiapan pelaksanaan kurban, pihaknya melakukan pemeriksaan fisik sebelum hewan disembelih di beberapa lokasi penampungan hewan. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar hewan kurban telah memenuhi syarat baik secara aspek syariatnya maupun aspek kesehatan hewannya.

 

Ia menyebutkan, syarat hewan ternak yang layak digunakan untuk kurban harus dalam keadaan sehat, cukup umur dan tidak cacat.

 

Lebih lanjut Ia menerangkan, pada pemeriksaan antemortem hari pertama ditemukan hewan dengan kategori belum cukup umur 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing, kemudian radang selaput mata (conjungtivitis) 2 ekor kambing. Indikasi dari beberapa penyakit yang ditemukan tersebut tergolong penyakit non-zoonosis (tidak menular dari hewan ke manusia) dan dapat disembuhkan.

 

“Saat pemeriksaan antemortem ditemukan hewan dalam kategori belum cukup umur ada 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Kemudian radang selaput mata ada 2 ekor domba. Indikasi dari beberapa penyakit yang ditemukan tergolong penyakit non-zoonosis atau tidak menular dari hewan ke manusia dan dapat disembuhkan,” bebernya.

Akan tetapi secara umum ternak atau hewan kurban yang diperiksa sebagian besar layak untuk menjadi hewan kurban. Selain pemeriksaan hewan kurban, Dintanpan juga memberikan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Mulai dari penjual, kandang penampungan, lapak penjualan, distribusi ternak dan sampai pelaksanaan kurban di tempat ibadah maupun di lokasi lain.

 

Ia menyebutkan, standar protokol kesehatan yang harus diterapkan yaitu penggunaan masker ganda, penyediaan tempat dan sabun cuci tangan, tempat penampungan atau penyembelihan yang bersih, sanitasi lingkungan yang baik, menjaga jarak serta tidak menimbulkan kerumunan. Dan yang paling penting hewan kurban disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas teknis terkait.

 

“Pelaksanaan Kurban tahun 2021 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, dimana Kurban tahun ini dilaksanakan ditengah penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Tentunya ini mengharuskan seluruh tahapan menerapkan Protokol Kesehatan yang sangat ketat sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

 

Dirinya menghimbau kepada masyarakat supaya selalu menerapkan Prokes guna mencegah dan memutus rantai penularan covid19, khususnya dalam proses pelaksanaan qurban. Pemantauan penyembelihan dan pemeriksaan postmortem (setelah hewan disembelih) dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh dan mengkonsumsi daging yang ASUH yaitu Aman-Sehat-Utuh-Halal. antok

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikel sebelumyaPastikan Penerapan PPKM Darurat, Bupati Monitoring Perusahaan
Artikel berikutnyaPati Targetkan vaksinasi 200 sasaran per hari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here