Beranda Berita Pati Korban Dugaan Perundungan di MTs Margorejo Masih Trauma, Keluarga Pertimbangkan Pindah Sekolah

Korban Dugaan Perundungan di MTs Margorejo Masih Trauma, Keluarga Pertimbangkan Pindah Sekolah

0
0 0
Read Time1 Minute, 30 Second

PATI – Kondisi psikologis A, siswa kelas VII yang menjadi korban dugaan perundungan di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, masih belum pulih. Korban disebut mengalami trauma mendalam hingga merasa ketakutan setiap kali melewati lingkungan sekolah maupun saat bertemu guru.

Saudara korban, Sulistyono, mengatakan peristiwa yang mengakibatkan dua jari tangan A putus dan satu jari lainnya mengalami retak pada Senin (27/7/2026) lalu, meninggalkan dampak besar terhadap kondisi mental korban.

“Adiknya masih trauma, jadi mentalnya mungkin kurang, takut. Kemarin aja lewat sekolah kayak takut gimana gitu mentalnya. Ketemu gurunya aja takut,” ujar Sulistyono saat ditemui di rumah korban di Kecamatan Margorejo, Selasa (3/8/2026).

Trauma yang masih membekas membuat keluarga mempertimbangkan untuk memindahkan A ke sekolah lain demi membantu proses pemulihan psikologisnya. Saat ini keluarga masih mengurus rencana kepindahan tersebut, meski belum menentukan sekolah tujuan.

“Kemungkinan kita cabut dan dipindah. Sudah dikasih wawasan supaya bisa dipindah ke sekolah lain saja. Tujuan sekolah belum,” katanya.

Sementara itu, kondisi fisik korban dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah menjalani perawatan akibat luka pada dua jari yang putus dan satu jari yang retak, A kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Alhamdulillah (kondisi jarinya) sudah membaik. Cuman masih pengobatan,” ungkap Sulistyono.

Di sisi lain, keluarga mengaku hingga kini belum menerima itikad baik dari pihak keluarga terduga pelaku. Menurut Sulistyono, belum ada upaya untuk menemui korban maupun menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Dari keluarga pelaku enggak ada inisiatif meminta maaf ke keluarga korban. Sampai sekarang belum ada,” keluhnya.

Keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus dugaan perundungan tersebut secara profesional. Mereka juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

“Semoga kasus ini bisa ditangani kepolisian dengan benar dengan hasil terbaik. Harapan dari keluarga semoga tidak ada pembullyan lagi di sekolah-sekolah yang lain,” tutup Sulistyono.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini