Beranda Berita Pati Festival Adhi Loka Tampilkan Kekayaan Budaya 21 Kecamatan di Pati

Festival Adhi Loka Tampilkan Kekayaan Budaya 21 Kecamatan di Pati

0
0 0
Read Time1 Minute, 25 Second

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan menggelar Festival Adhi Loka pada Sabtu (8/8) malam sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati. Festival tersebut akan menampilkan beragam Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) unggulan dari 21 kecamatan sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto, mengatakan Festival Adhi Loka dirancang sebagai perayaan kebudayaan yang mengangkat identitas dan potensi lokal dari setiap kecamatan.

Berbagai OPK yang akan ditampilkan di antaranya nasi gandul khas Kecamatan Pati, tradisi masyarakat pesisir, Lamporan Soneyan, tradisi petani garam, cerita tutur Mbolanjam, Tlogowungu, Meron Sukolilo, Barikan, kelapa kopyor, kopi Jrahi, batik Bakaran, ritus Krayan Pedhet, serta berbagai kekayaan budaya lainnya.

“Melalui festival ini kami juga ingin mempromosikan produk-produk unggulan daerah melalui strategi kebudayaan. Sesuai dengan tagline Hari Jadi Kabupaten Pati, Sumunar Terang Mbangun Kemajengan, kami berharap kegiatan ini membawa kebahagiaan sekaligus semangat membangun Kabupaten Pati agar semakin maju,” ujar Paryanto.

Ia menjelaskan, potensi budaya tersebut akan dikemas dalam bentuk gerak koreografi, tarian, dan kostum karnaval yang merepresentasikan ciri khas masing-masing kecamatan. Karnaval akan melintasi Jalan Panglima Sudirman dengan panggung utama di Alun-alun Pati.

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Pati, Junarto, mengungkapkan bahwa kontingen Kecamatan Pati akan mengusung tema “Ganduling Roso” dengan mengangkat nasi gandul sebagai ikon kuliner daerah.

Menurutnya, nasi gandul berasal dari Desa Gajahmati, Kecamatan Pati, dan memiliki nilai sejarah yang erat dengan masyarakat setempat.

“Nama gandul berasal dari tradisi pedagang nasi gandul keliling yang memikul dua wadah kayu sehingga tampak bergandul atau bergoyang saat dibawa,” jelasnya.

Junarto menambahkan, nasi gandul tidak hanya menjadi kuliner khas, tetapi juga merepresentasikan perjalanan sejarah, tradisi, dan cita rasa yang telah melekat sebagai bagian dari identitas Kabupaten Pati.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini