Beranda Berita Pati Plt Bupati Pati Dorong Pelestarian Tradisi Sedekah Laut, Larung Dua Kepala Kerbau...

Plt Bupati Pati Dorong Pelestarian Tradisi Sedekah Laut, Larung Dua Kepala Kerbau Curi Perhatian

0
0 0
Read Time1 Minute, 54 Second

Wartapati.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengapresiasi pelaksanaan tradisi sedekah laut di Kecamatan Juwana yang kembali digelar meriah pada Minggu (29/3/2025). Tradisi tahunan masyarakat pesisir tersebut dinilai tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membawa dampak positif bagi nelayan.

“Hari ini kita melarung dua kepala kerbau di laut Juwana. Alhamdulillah acara berjalan lancar. Ini adalah tradisi tahunan yang harus terus kita jaga dan kembangkan agar semakin meriah dan membawa dampak positif bagi masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Risma turut menyaksikan langsung prosesi larung sesaji yang dipusatkan di TPI Unit II Desa Bajomulyo. Dua miniatur kapal berisi sesaji, termasuk dua kepala kerbau, dilarung ke laut lepas sekitar pukul 09.00 WIB, disaksikan masyarakat serta jajaran Forkopimda Kabupaten Pati.

Ia menilai, tradisi larung sesaji merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir yang harus dilestarikan secara berkelanjutan. Kehadiran inovasi dalam prosesi tersebut juga dinilai mampu memperkuat daya tarik tradisi.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan tahun ini adalah penggunaan dua kepala kerbau sebagai bagian utama dalam prosesi larung.

Ketua Panitia Sedekah Laut TPI Juwana Desa Bajomulyo, Suratman, menyebut hal itu sebagai pembaruan dalam tradisi turun-temurun.

“Biasanya kita menggunakan kepala kambing, tetapi tahun ini para sesepuh menginginkan diganti dengan kepala kerbau agar suasananya lebih berbeda dan lebih sakral,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan tersebut diharapkan memberikan nilai simbolik yang lebih kuat sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.

“Ini baru pertama kali. Ke depan, insyaallah akan terus menggunakan kepala kerbau agar menjadi ciri khas tersendiri bagi sedekah laut di Juwana,” imbuhnya.

Selain kepala kerbau, berbagai sesaji lain turut dilarung, seperti bubur tolak bala, sego buceng, serta aneka hasil bumi yang melambangkan harapan akan keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan.

Rangkaian Sedekah Laut Juwana sendiri berlangsung selama beberapa hari, mulai Jumat hingga Selasa, dengan beragam kegiatan seperti manakib, pengajian, hiburan dangdut, hingga pertunjukan budaya ketoprak.

Terpisah, Ketua Barisan Muda Nelayan Pantura, Mukit, menilai tradisi ini tidak hanya menjadi wujud syukur, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal serta menarik perhatian masyarakat luas.

“Dengan hadirnya dua kepala kerbau sebagai elemen baru, sedekah laut tahun ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pelestarian budaya pesisir di Kabupaten Pati,” ungkapnya.

Ke depan, Mukit yang juga Sekretaris Komisi B DPRD Pati berharap dukungan pemerintah terus mengalir agar tradisi ini berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan Juwana.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini