PATI – Meningkatnya angka harapan hidup membuat jumlah penduduk lanjut usia (lansia) terus bertambah. Kondisi tersebut mendorong fasilitas pelayanan kesehatan untuk tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjaga agar lansia tetap sehat, aktif, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Hal itu yang mendorong UPTD Puskesmas Gembong, Kabupaten Pati, menghadirkan inovasi Gerakan Lansia Mandiri (GELARI). Program tersebut dirancang untuk menjaga kebugaran lansia melalui aktivitas fisik ringan, edukasi gizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala UPTD Puskesmas Gembong, dr Mohammad Danur Khusna mengatakan GELARI merupakan program yang mengedepankan konsep lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif.
Menurutnya, kondisi fisik lansia mengalami berbagai perubahan seiring proses degenerasi. Salah satunya terjadi pada sistem muskuloskeletal yang berpengaruh terhadap kekuatan otot, kepadatan tulang, keseimbangan, hingga kemampuan bergerak.
Karena itu, aktivitas fisik bagi lansia perlu dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kemampuan dan kondisi masing-masing.
“Program ini bertujuan untuk menguatkan dan meningkatkan massa otot serta kepadatan tulang,” ujar dr Danur.
Ia menjelaskan, aktivitas fisik ringan setidaknya 30 menit setiap hari dapat menjadi salah satu cara menjaga kebugaran lansia. Kegiatan tersebut bisa dilakukan melalui jalan pagi, senam, yoga, maupun latihan kekuatan otot.
Selain menjaga kebugaran, latihan tersebut juga ditujukan untuk menekan risiko jatuh yang cukup rentan dialami lansia.
Dalam GELARI, lansia juga diperkenalkan sejumlah gerakan dasar yang dapat dilakukan secara sederhana. Salah satunya duduk dan berdiri dari kursi untuk melatih kekuatan otot paha dan kaki.
Ada pula latihan berdiri dengan satu kaki untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Kemudian push-up di dinding yang berguna menjaga kekuatan otot lengan dan dada, serta jalan tumit ke ujung kaki untuk melatih stabilitas tubuh.
Program tersebut diharapkan dapat membantu lansia mempertahankan kemampuan fungsional sehingga tidak mudah mengalami ketergantungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
dr Danur menambahkan, peningkatan angka harapan hidup idealnya diikuti dengan peningkatan kualitas hidup. Lansia tidak hanya memiliki usia yang panjang, tetapi juga tetap sehat, bugar, mandiri, dan mampu beraktivitas.
“Harapannya lansia tetap dalam kondisi sehat dan bugar, sehingga masih mampu melakukan aktivitas fungsional sehari-hari secara mandiri,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan, bahwa berdasarkan proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2030 satu dari enam penduduk dunia diperkirakan berusia 60 tahun ke atas. Jumlah penduduk lansia global juga diproyeksikan meningkat dari sekitar 1,4 miliar pada 2020 menjadi 2,1 miliar pada 2050.
Indonesia sendiri telah memasuki struktur penduduk tua atau ageing population sejak 2021. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sektor kesehatan untuk memastikan bertambahnya usia penduduk tetap diiringi dengan kualitas hidup yang baik.
Melalui GELARI, Puskesmas Gembong berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mendorong lansia agar tetap aktif bergerak, memperhatikan asupan gizi, serta rutin memantau kondisi kesehatannya.








































