Wartapati.com – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengusulkan sedekah laut Juwana menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Dengan penetapan itu diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam melindungi dan melestarikan tradisi tersebut.
Pengusulan itu diamini oleh Kabid Kebudayaan pada Disdikbud Kabupaten Pati, Sukarman. Proses pengusulan itu telah dilakukan sedangkan saat ini hanya tinggal melengkapi data yang dibutuhkan.
“Sudah diusulkan tinggal melengkapi termasuk video dokumentasi tradisi sedekah laut. Kami pada Minggu (29/3/2026) juga membuat video dokumentasi sebagai salah satu penunjang,” tambahnya.
Setelah proses pengusulan itu, Karman menyebut akan dilanjutkan verifikasi dari pemerintah provinsi Jawa Tengah. Barulah setelah itu akan diajukan ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Diverifikasi oleh Provinsi, terus diajukan ke Kemenkebud,” ucap dia.
Selain sedekah laut, Disdikbud juga mengajukan pernikahan Samin dan kerajinan kuning untuk menjadi WBTB tersebut. Dia berharap usulan itu dapat disetujui.
Seperti diketahui sedekah laut Juwana sendiri menjadi tradisi yang rutin digelar warga Kecamatan Juwana seusai lebaran. Dalam tradisi itu diisi dengan larung sesaji yang diikuti oleh ribuan warga.
Pada lebaran tahun ini sedekah laut Juwana digelar pada Minggu (29/3/2026). Dua kepala kerbau dilarung bersama sesaji yang ditempatkan dalam miniatur kapal.
Saat ini sendiri sudah ada enam seni dan budaya asli Pati yang telah ditetapkan sebagai WBTb. Diantaranya adalah kesenian ketoprak Pati, gongcik, tradisi meron Sukolilo, dan wayang topeng kedung panjang.
Kemudian Batik Bakaran juga telah ditetapkan sebagai WBTb serta kuliner khas Pati Sego Gandul.









































