Wartapati.com — Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H, Perum Bulog Kantor Cabang Pati memastikan ketersediaan stok pangan untuk wilayah kerjanya dalam kondisi aman terkendali.
Untuk diketahui, wilayah kerja Bulog Cabang Pati meliputi lima kabupaten, yaitu Pati, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora (Eks Karesidenan Pati).
Bahkan, stok beras, minyak goreng, hingga gula masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 67.225 ton yang tersebar di berbagai gudang wilayah kerja Bulog Pati.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan terjadinya kelangkaan bahan pokok menjelang hari raya Idulfitri.
“Stok saat ini untuk beras CBP ada 67.225 ton dan ini cukup sampai 6 sampai 7 bulan ke depan,” ujarnya belum lama ini.
Selain beras, Meitha merinci bahwa stok komoditas lain seperti minyak goreng Minyakita juga dalam posisi aman dengan jumlah lebih dari 550 ton.
Setiap bulannya, Bulog rutin menerima kiriman 300.000 liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Sementara untuk gula pasir, stok saat ini tersedia sebanyak 2.700 ton yang diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan mendatang, sembari menunggu masa giling di pabrik gula GMM Blora.
Meitha juga memaparkan sebaran stok beras di wilayah Eks Karesidenan Pati, yakni Pati 26.000 ton, Jepara 15.000 ton, Blora 8.500 ton, Rembang (Gudang Kedungrejo) 8.000 ton, dan Kudus 2.100 ton.
Terkait harga Minyakita yang terkadang masih tinggi di pasaran, Meitha menjelaskan bahwa Bulog hanya menguasai 35% pasokan, sedangkan 65% sisanya dikelola oleh distributor.
Ia menegaskan bahwa harga di kios-kios yang dipasok langsung oleh Bulog tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal Rp 15.700 per liter.
Sebagai upaya menekan inflasi, Bulog akan segera menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi bulan Februari dan Maret secara sekaligus.
Sebanyak 674.104 Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima masing-masing 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Kabupaten Pati tercatat sebagai penerima terbanyak dengan 183.385 PBP.
Di akhir keterangannya, Meitha mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).
“Bulog itu barangnya cukup, sangat cukup. Jadi enggak usah panik karena kalau panik akan berdampak pada inflasi,” pungkasnya.










































