Wartapati – Kasus penyakit campak di Provinsi Jawa Tengah menjadi perhatian serius. Mengutip laporan dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (jatengprov.go.id), Kabupaten Pati tercatat masuk dalam tiga besar daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, bersama Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Klaten.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyayangkan tingginya angka kasus campak di wilayahnya. Ia mengaku baru menerima data tersebut dari pemerintah provinsi dan menilai kondisi ini harus segera ditindaklanjuti secara serius.
“Baik, terkait dengan campak ini kami juga baru dapat data itu dari provinsi. Secepatnya kita akan mengundang dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan, agar masalah ini bisa segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat Puskesmas,” ujar Bandang dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurutnya, masuknya Pati dalam tiga besar kasus KLB campak di Jawa Tengah menjadi catatan penting bagi DPRD. Ia menilai perlu adanya penanganan khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.
“Ini menjadi catatan bagi kami di DPRD, karena ternyata ada temuan yang sangat luar biasa. Kita berada di peringkat tiga se-Jawa Tengah terkait kasus campak. Ini tentu perlu penanganan khusus dari DKK,” tegasnya.
Bandang juga menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan secara menyeluruh. Selain itu, Komisi D juga berencana turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil di masyarakat.
“Kami akan panggil Dinas Kesehatan, lalu kita kawal bersama. Bahkan kami juga akan turun langsung ke Puskesmas untuk melihat kendala yang ada. Apakah ini terkait anggaran, kesiapan tenaga kesehatan, atau memang ada persoalan di lapangan yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah penelusuran ke bawah penting dilakukan agar akar permasalahan dapat diurai dengan jelas sebelum menentukan kebijakan lanjutan.
“Kita ingin tahu dulu masalahnya di mana, kita urai satu per satu. Kalau data ini sudah dikeluarkan dari provinsi, tentu kita harus prihatin. Tapi tidak cukup hanya prihatin, harus diimbangi dengan kerja, kerja, dan kerja,” pungkasnya.
DPRD melalui Komisi D memastikan akan terus mengawal penanganan kasus campak di Kabupaten Pati agar dapat segera terkendali dan tidak berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih luas.










































