Wartapati.com— Aktivitas tambang galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berujung petaka setelah terjadi longsor pada Kamis (30/4) siang. Insiden tersebut menyebabkan seorang sopir dump truk meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran.
Peristiwa terjadi saat kegiatan penambangan tengah berlangsung. Longsoran tanah secara tiba-tiba menimbun sejumlah alat berat, termasuk ekskavator, serta satu unit dump truk berwarna biru muda yang berada di area tambang.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, tampak kondisi lokasi tambang dipenuhi material longsoran. Sejumlah warga terlihat memadati area kejadian. Sebagian di antaranya berupaya melakukan evakuasi, sementara lainnya menyaksikan proses penyelamatan korban.
Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut longsor terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat aktivitas tambang sedang berjalan.
“Waktu kejadian tadi siang. Setengah 1,” katanya kepada wartawan lewat sambungan telepon WhatsApp.
AKP Sahlan juga mengkonfirmasi jika ada korban jiwa dalam kejadian itu. Ia menyebut bahwa korban merupakan sopir truk dump.
“Infonya ada meninggal 1. Karena di dalam truk menyelamatkan diri malah kejugrukan (tertimbun longsoran). Korban cuma itu pihak sopir dump,” ucapnya.
Menurutnya, korban diketahui merupakan warga Kabupaten Grobogan. Namun hingga saat ini, identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Petugas kepolisian bersama tim terkait telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, proses penanganan terkendala kondisi cuaca yang diguyur hujan.
“Update terakhir saya sudah di TKP. Kondisinya hujan sehingga tidak bisa maksimal. Perkembangannya 1 meninggal. Orang Grobogan,” pungkasnya.










































