Beranda Berita Pati Seribuan Jemaah Haji Asal Pati Tiba di Kampung Halaman

Seribuan Jemaah Haji Asal Pati Tiba di Kampung Halaman

0
0 0
Read Time2 Minute, 24 Second

PATI – Sebanyak lebih dari seribu jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah kembali ke kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan jemaah berlangsung bertahap melalui sejumlah kelompok terbang (kloter) dan berjalan lancar hingga Jumat (19/6/2026).

Data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pati mencatat, jemaah yang telah tiba berasal dari Kloter 43, Kloter 49, Kloter 50, Kloter 51, dan Kloter 52. Rinciannya, Kloter 43 yang berjumlah dua jemaah tiba pada Selasa (16/6/2026) malam. Selanjutnya, 143 jemaah Kloter 49 pulang pada Kamis (18/6/2026) malam, disusul 348 jemaah Kloter 50, 352 jemaah Kloter 51, dan 347 jemaah Kloter 52 yang tiba pada Jumat (19/6/2026).

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto, mengatakan proses pemulangan jemaah hingga saat ini berlangsung tanpa kendala berarti.

”Alhamdulillah lancer. Hari ini Jumat Kloter 50, Kloter 51, kloter 52 dan Kloter 53. Hari ini terakhir jam 5 kloter 53 di Solo. Terakhir (sampai Pati) sekitar jam 21.00 WIB,” ujar Rahardian, Jumat (19/6/2026).

Meski sebagian besar jemaah telah kembali, masih terdapat dua kloter yang dijadwalkan menyusul pulang ke Kabupaten Pati. Yakni Kloter 53 yang berjumlah 81 jemaah dan diperkirakan tiba pada Jumat malam, serta dua jemaah dari Kloter 72 yang dijadwalkan kembali pada Jumat (26/6/2026) pekan depan.

”Terbaru 52 habis jumatan dari embarkasi Solo. Yang belum 53 sebanyak 81 orang,” ungkapnya.

Rahardian bersyukur penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 secara umum berjalan lancar. Namun demikian, dua jemaah asal Kabupaten Pati dilaporkan wafat saat menjalankan ibadah di Mekkah, Arab Saudi.

”Yang meninggal 2 orang.Tahun ini lancar. Yang meninggal sudah sepuh-sepuh,” ungkapnya.

Dua jemaah yang meninggal dunia tersebut adalah Utsman Salamin (69), warga Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, dan Kasnawi (89), warga Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu. Utsman meninggal dunia pada 18 Mei 2026 setelah mengalami stroke, sedangkan Kasnawi wafat pada Jumat (12/6/2026) pukul 02.48 waktu Arab Saudi setelah seluruh rangkaian ibadah hajinya selesai dilaksanakan.

”Lansia (89). Sehat sebelumnya. Proses haji sudah selesai semuanya. Hajinya sudah selesai. Kemudian meninggal,” tandasnya.

Terkait wacana pembatasan usia calon jemaah haji pada musim haji mendatang, Rahardian menegaskan hingga kini belum ada rencana untuk menerapkan kebijakan tersebut. Menurutnya, seluruh warga yang telah mendaftar memiliki hak yang sama untuk berangkat, selama memenuhi syarat kesehatan dan istithaah.

”Dari kesehatan sudah sangat ketat untuk istitoah. Belum ada membatasi umur. Tanpa mengurangi hak jemaah untuk berangkat,” tandasnya.

Sementara itu, minat masyarakat Kabupaten Pati untuk menunaikan ibadah haji masih tergolong tinggi. Setiap tahun tercatat sekitar 1.000 orang mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Tingginya animo tersebut membuat masa tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Pati kini mencapai sekitar 26 tahun.

Adapun biaya perjalanan ibadah haji yang dibayarkan jemaah pada tahun 2026 tercatat sekitar Rp54 juta per orang. Dengan panjangnya daftar tunggu tersebut, masyarakat yang ingin berangkat haji diimbau segera mendaftar agar memperoleh nomor porsi lebih awal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini