Beranda Berita Pati Rob Kembali Meninggi, Puluhan Rumah di Tunggulsari Kembali Tergenang

Rob Kembali Meninggi, Puluhan Rumah di Tunggulsari Kembali Tergenang

0
0 0
Read Time1 Minute, 33 Second

PATI – Banjir rob kembali meninggi dan merendam permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Selasa (14/7). Kenaikan debit air dipicu gelombang pasang laut yang melanda kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Rob yang sempat surut pada awal Juli itu kini kembali menggenangi 36 rumah warga di RT 5 dengan ketinggian air berkisar 10–30 sentimeter. Kondisi tersebut memperpanjang dampak bencana yang telah dirasakan warga sejak pertengahan Mei 2026.

Kepala Desa Tunggulsari Setyo Wahyudi mengatakan, air laut mulai kembali naik sejak Selasa pagi. Puluhan rumah yang terendam merupakan kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir rob.

“Nggeh pagi tadi rob pasang naik lagi. Siang ini 36 rumah kena lagi,” ujar Setyo saat dihubungi melalui telepon.

Meski demikian, ketinggian air kali ini masih lebih rendah dibanding puncak rob pada akhir Juni lalu. Namun, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kenaikan air pasang diperkirakan masih akan terjadi pada Kamis hingga Jumat.

“Lebih rendah. Tapi Kamis Jumat prediksi BMKG ada kenaikan (air pasang),” bebernya.

Di sisi lain, upaya penanganan rob di Desa Tunggulsari dinilai belum maksimal. Hingga kini, pembangunan tanggul sepanjang 75 meter yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Pati telah rampung. Sementara pembangunan tanggul kedua sepanjang 90 meter masih dalam tahap pemasangan pancang. Adapun penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa pembangunan tanggul sepanjang 450 meter baru memasuki tahap persiapan material.

“Tanggul pertama yang dari pemkab sudah selesai 75 meter, tanggul ke 2 sepanjang 90 meter baru proses pancang. Penanganan dari pemprov baru persiapan material. Hari Kamis rencana pemasangan pancang sepanjang 450 meter,” terang Setyo.

Ia mengaku khawatir apabila gelombang pasang kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, banjir rob tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perikanan tambak.

“Khawatir kalau naik lagi. Warga tidak bisa bekerja sebagai petani tambak budi daya ikan nila salin,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini