Beranda Berita Ramai-ramai Penambang Pasir Alih Profesi Kelola Wisata di Waduk Logung

Ramai-ramai Penambang Pasir Alih Profesi Kelola Wisata di Waduk Logung

0
0 0
Read Time2 Minute, 12 Second

Wartatimes.com KUDUS – Bendungan Logung yang berada di di perbatasan Desa Kandangmas dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mampu mengangkat potensi desa untuk menjadi wisata. Warga yang dulunya bekerja menambang pasir pun beralih menjadi pelaku wisata.

Bendungan Logung mulai dibangun sejak 2014 dan diresmikan tahun 2018 itu memiliki pesona alam yang indah. Panorama bebukitan yang mengelilingi telaga, dapat memanjakan mata. Itulah yang kemudian menjadi magnet wisata yang dikembangkan masyarakat sekitar menjadi wisata, tertama Desa Kandangmas.

Ramidi, bagian keamanan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kandangas menuturkan bahwa Kandangmas saat ini telah dinobatkan sebagai desa wisata. Hal itu lantaran adanya Bendungan Logung di desanya.

“Alhamdulillah, saat ini karena ada Bendungan Logung yang ada di wilayah Kudus, masyarakat yang dulunya menambang pasir sekarang punya wisata,”ujarnya, Selasa (15/3/2022)

Ditambahkannya, bukan hanya penambang pasir yang berpindah haluan menjadi pelaku wisata, juga masyarakat setempat mulai membuka usaha kuliner di sekitar lokasi wisata. Tentu, kondisi tersebut mampu meningkatkan perekonimian masyarakat.

“Sekarang ada yang membuka warung, ini sangat membantu masyarakat yang tadinya tidak ada penghasilan,”lanjutnya.

Bahkan, papar Ramidi, desa wisata yang terdoriong karena Bendungan Logung juga mampu mengangkat potensi desa. Sepertin UMKM gula merah, wisata alam, dan wisata reliji.

“Potensi kandangmas ada gula merah, wisata reliji, ada juga belik kemadoh pemandangan bagus sekali,”imbuhnya.

Sementara Ketua Pokdarwis Desa Kandangmas, Sabari menyampiakan bahwa wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Bendungan Logung dengan menaiki perahu atau speed boat.

“Kalau perahu Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu. Tapi kalau speed boat di antara Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu, itu bisa dinaiki 3 sampai 4 orang,” jelasnya.

Untuk jumlah wsiatawan, sabari menjelaskan, belum bisa dihitung secara pasti karena kondisi pandemi.

“Kalau sebelum pandemic bisa mencapai 1000 orang per hari, kalau sekarang naik-turun karena belum buka seratus persen karena pandemi,” ungkapnya.

Keberadaan Kandangmas sebagai desa wisata rintisan juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kita pernah menerima bantuan keuangan dari Provinsi sebesar Rp 100 juta untuk pegembangan wisata di sini. Dan, saat ini masih akan terus kita kembangkan,” tandasnya.

Diketahui, bendungan logung juga bermanfaat untuk mengurangi debit air Sungai Logung dan potensi banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus dengan debit 104,5 meter kubik per detik. Selain itu juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian seluas 2.821 hektar yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun. Air dari waduk ini juga untuk menyediakan sumber air bersih masyarakat di Kabupaten Kudus dengan kapasitas penyediaan rata-rata 200 liter per detik. Pemanfaatan lainnya yaitu untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi listrik dengan potensi mencapai 0,5 mw.(wh/dn)

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh warta kudus (@warta.kudus)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakGotong Royong Bangun Tanggul Bahu Jalan yang Longsor di Maguan
Artikulli tjetërListrik di Pulau Parang Karimunjawa Jepara Masih Jadi Masalah Serius

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini