Jepara BLT DD Mulai Disalurkan Warga Diminta Bijak Kelola Bantuan

58
0
Read Time1 Minute, 45 Second

Wartapati.comJepara secara simbolis penyaluran tahap awal bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) dilakukan oleh Pelaksana Tugas Bupati Jepara Dian Kristiandi kepada warga penerima di Balaidesa Platar Kecamatan Tahunan selasa 19/5/20.

Petinggi Platar Shodiqin mengungkapkan, lebih dari 90 persen atau sekitar 593 kepala keluarga (KK) di Platar menerima bantuan dari delapan berbagai sumber yang berbeda. “Untuk BLT yang bersumber darai Dana Desa total ada 120 warga penerima,” katanya.

Penerima bantuan lainnya, rinci Shodiqin, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 59 penerima, Bantuan pangan nontunai 65, bantuan kemensos 16 orang, 148 penerima bantuan dari propinsi, 27 orang dari Pemkab Jepara, KJS 1 orang dan 157 lainnya non program. 

Travel mahesa pati travel pati jogja

“Sedangkan refocusing APBDes untuk penanganan Covid-19 ini yakni sebesar Rp.322 juta termasuk diantaranya untuk BLT ini. Bantuan yang datang dari delapan sumber ini penyalurannya tidak bersamaan sehingga masyarakat harus memahaminya,” tandasnya.

Sementara Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta kepada warga penerima manfaat untuk bijak menggunakan bantuan tersebut. Pasalnya, bantuan yang diberikan hanya selama tiga bulan, sedangkan pandemi covid-19 ini hingga kini belum diketahui sampai kapan akan berakhir. 

“Nyuwun tulung uang yang didapat digunakan dan dikelola dengan baik, diirit-irit karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Jika berlangsung lama, maka dikhawatirkan dampaknya juga akan semakin lama,” kata Andi, Selasa (19/5/2020).

Andi menjelaskan, untuk penanganan Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Jepara merealokasi sebanyak Rp.206 milyar anggaran APBD 2020. Refocusing anggaran tersebut digunakan untuk penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial dan recovery ekonomi pasca pandemi. 

“Untuk pembiayaan jaring pengaman sosial saja menghabiskan sekitar 137 milyar. Sisanya untuk penanganan kesehatan dan recovery ekonomi,” jelas politikus PDIP itu.

Dengan adanya realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 itu, lanjut Andi, maka pembangunan fisik di Kabupaten Jepara akan terkurangi. Demikian juga dengan yang ada di Desa, dana desa banyak terkurangi untuk penanganan covid-19 ini. 

“Di desa saja 30 persen dana desa digunakan untuk penanganan Covid-19 ini. Yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun  jalan  maupun gorong-gorong tidak bisa dilakukan. Untuk itu masyarakat harus bisa memahaminya,” harap Andi

Kontributor : Jambrong
Editor : Dianovery

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here