PATI – Minat masyarakat Kabupaten Pati untuk menunaikan ibadah haji terus tinggi. Akibatnya, daftar tunggu keberangkatan haji di daerah tersebut kini mencapai 26 tahun. Warga yang mendaftar pada 2026 diperkirakan baru bisa berangkat ke Tanah Suci pada 2052.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto, mengatakan panjangnya masa tunggu keberangkatan haji dipengaruhi tingginya jumlah pendaftar setiap tahun. Rata-rata lebih dari seribu warga Kabupaten Pati mendaftarkan diri untuk mendapatkan porsi haji.
”Jadwal tunggu ada 26 tahun. Setiap tahun belum tentu ada peningkatan pendaftaran. Kadang tahun ini turun, tahun depannya banyak. per tahunnya sekitar 1000 lebih jamaah yang daftar,” ungkap Rahardian, Sabtu (20/6/2026).
Di sisi lain, kuota haji yang diterima Kabupaten Pati setiap tahun relatif terbatas. Pada musim haji 2026, kuota yang diberikan mencapai 1.293 jemaah, sementara rata-rata kuota tahunan berada di kisaran 1.300 orang.
”Kalau jumlah kouta kita pertahun sekitar 1.300-an,” kata dia.
Meski demikian, tidak seluruh jemaah yang masuk kuota dapat berangkat. Tahun ini, dari total kuota yang tersedia, sebanyak 1.274 jemaah berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, belasan calon jemaah lainnya batal berangkat karena tidak memenuhi syarat kesehatan setelah menjalani proses skrining.
Rahardian menjelaskan, pemeriksaan kesehatan calon jemaah kini dilakukan secara ketat untuk memastikan mereka memenuhi syarat istitaah atau kemampuan menjalankan ibadah haji.
”Kalau kesehatan sudah sangat ketat. Istitoahnya sudah sangat ketat. Cuma, kalau saat ini belum ada aturan yang membatasi umur untuk berangkat. Tanpa mengurangi hak jemaah untuk berangkat,” tutur dia.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji, pemerintah mewajibkan setoran awal sebesar Rp 25 juta sebagai syarat memperoleh nomor porsi atau antrean keberangkatan. Setelah memasuki jadwal keberangkatan, calon jemaah diwajibkan melunasi sisa biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Tahun ini, total biaya haji yang harus dibayarkan jemaah asal Kabupaten Pati mencapai sekitar Rp 54 juta.
”Kalau untuk biaya tahun ini Rp 54 juta sudah termasuk pendaftaran. Pendaftaran setor Rp 25 juta sisanya dilunasi menjelang keberangkatan,” tandasnya.










































