Home Info Pati Hujan Sejak Selasa, Banjir Masih Genangi Pemukiman Desa Selempung dan Banyutowo Dukuhseti

Hujan Sejak Selasa, Banjir Masih Genangi Pemukiman Desa Selempung dan Banyutowo Dukuhseti

berita pati hari ini banjir
Wartapati. Banjir merendam pemukiman di Desa Slempung Dukuhseti.

Wartapati.com Dukuhseti – Hujan dengan durasi cukup lama dan intensitas bervariasi sejak Selasa (22/1/2019) membuat pemukiman dan sawah di Desa Slempung dan Banyutowo tergenang banjir hingga Kamis sore (24/1/2019).


Data terakhir yang dihimpun Tim Rescue Pati menyebutkan ada 158 rumah yang terendam banjir. Jumlah itu meliputi tiga tempat, yakni 43 rumah di RT 7 dan 80 rumah di RT 8 RW III Desa Slempung. Sedangkan 35 rumah di RT 2 RW I Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti.

Baca juga :  komunitas-gagego-organik-menjadi-percontohan-petani-luar-pati

Ketua Tim Rescue Pati Ali Masadi menjelaskan ketinggian air saat in bervariasi sekitar 20-40 sentimeter di pemukiman sekitar. Lanjutnya kondisi tersebut mengkhawatirkan jika kembali turun hujan pasalnya kondisi air belum turun ke area sawah.

“Tadi malam sempat (air) masuk rumah. Ini sudah agak menurun dan rumah agak surut. Kalau hujan naik lagi, untung tidak ada hujan,” papar Ali.

Lanjutnya selama hujan ada lima pohon tumbang di perbatasan dua desa itu. Tim medis dari Puskesmas setempat juga sudah bersiaga di lokasi banjir. Sementara ini warga sekitar masih menunggu air surut yang biasanya menuju ke area sawah.

Baca Juga : Delapan-siswa-bolos-jalani-pembinaan-fisik-satpol-pp-pati

Ketua Tim Rescue Pati menambahkan hujan dengan durasi cukup panjang terjadi sejak selasa kemarin. Hanya saja air mulai menggenangi dua desa itu pada hari berikutnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi Siswoyo berencana akan menurunkan logistik konsumsi pada Jumat besok (25/1/2019). Untuk kebutuhan lainnya, BPBD Pati masih berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten.

“Drop logistik konsumsi besuk berupa mie instan, air mineral, kopi, teh dan sarden. Sementara ini kami perlu koordinasi lebih lanjut dengan Dinsos dan PMI,” pungkasnya.Nug



LIHAT JUGA BARU Pusat PKL kota pati

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.