Wartapati.com – Usai didemo sejumlah orang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1 berhenti beroperasi untuk sementara. Pihak dapur makanan bergizi gratis (MBG) itu diminta untuk dievaluasi.
Pemberitahuan operasional SPPG Tlogowungu 01 itu juga diumumkan dalam sejumlah akun media sosialnya seperti TikTok. Dalam pemberitahuan itu disebutkan jika terhitung mulai Senin (2/3/2026) Maret 2026, dapur SPPG Tlogowungu 01 Pati berhenti beroperasi sementara.
Disebutkan, jika pemberhentian itu karena sedang menjalani evaluasi total demi meningkatkan kenyamanan dan pelayanan ke depannya.
Dalam unggahan itu juga disebutkan jika pihak SPPG mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Disebutkan jika SPPG Tlogowungu 01 akan segera kembali beroperasi dengan tampilan dan pelayanan yang lebih baik.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Indriyanto mengamini adanya pemberhentian sementara SPPG Tlogowungu 1 tersebut.
Selain itu, Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar juga mengamini pemberhentian sementara SPPG Tlogowungu 1. Hanya saja dia menyebut pemberhentian operasional itu tidak berlangsung lama.
“Tidak lama (Berhenti operasi), nunggu selesai evaluasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, sebanyak tujuh orang menggelar aksi di depan kantor SPPG Tlogowungu 1 pada Jumat (27/2/2026). Mereka mempertanyakan menu progam Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan.
Koordinator aksi, Muhammad Ali Sobbri mengatakan, dia sempat menghitung menu MBG yang dibagikan dan diperkirakan totalnya hanya Rp 5 ribu.
Tak hanya soal harga, dia juga menyoroti soal kualitas buah yang dibagikan. Dia banyak menerima laporan dari siswa terkait hal tersebut.
Sementara itu Kepala SPPG Tlogowungu 1, Fikky Adrian Listyanto seusai aksi mengklarifikasi jika pihaknya bekerja sesuai pagu yang telah ditetapkan. Dia mengklaim paket MBG mencapai Rp7.900 per paket dan tidak meninggikan HET.









































