Beranda Berita Pati Rob di Tunggulsari Kian Parah, Pemkab Pati Upayakan Peninggian Tanggul

Rob di Tunggulsari Kian Parah, Pemkab Pati Upayakan Peninggian Tanggul

0
0 0
Read Time1 Minute, 53 Second

PATI – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati kian mengkhawatirkan. Selain merendam permukiman warga dan lahan tambak, kondisi ini diperparah oleh rusaknya ekosistem mangrove di kawasan pesisir serta jebolnya tanggul yang selama ini menjadi penahan air laut.

Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat merespons kondisi tersebut. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengaku telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan penanganan awal sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

*”Saya perintahkan BPBD untuk langsung mengecek ke sana. Penanganan masalah logistik,”* katanya.

Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Pemkab Pati juga menyalurkan bantuan berupa bambu dan sejumlah peralatan untuk pembangunan tanggul darurat. Namun pengerjaan tanggul sementara tersebut masih menunggu kondisi rob surut agar proses penanganan dapat dilakukan secara optimal.

*”Penanganan yang urgent kita sudah membantu Tunggulsari. Bambu dan peralatan lain sekitar Rp 60 juta kirimkan ke sana. Penanganannya nunggu kondisinya tidak rob,”* jelasnya.

Di sisi lain, Chandra menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna membahas langkah penanganan jangka panjang. Mengingat besarnya kebutuhan anggaran untuk pembangunan tanggul permanen, Pemkab Pati diminta segera mengajukan usulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

*”Tadi pagi kami baru berkoordinasi dengan BNPB pusat, kami juga menginformasikan terkait Tunggulsari ini. Karena memang anggaran yang diperlukan untuk tanggul ini sangat banyak sekali, kami diminta untuk bersurat ke kementerian PU, kami sedang koordinasikan semua, semoga penanganannya bisa cepat,”* terangnya.

Menurutnya, solusi yang akan diusulkan adalah peninggian tanggul permanen di sepanjang kawasan pesisir yang terdampak. Langkah tersebut dinilai menjadi upaya paling efektif untuk mengurangi ancaman rob yang terus berulang dan merugikan masyarakat.

*”Tanggul ditinggikan. Lumayan panjang tanggulnya. Anggaran yang bisa support dari kementerian PU,”* bebernya.

Sementara itu, terkait upaya rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, Chandra menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dapat dilakukan sembarangan. Penanaman harus memperhatikan jarak dari garis pantai agar tanaman tidak mudah rusak akibat terjangan ombak.

*”Mangrove kalau ditanam terlalu mepet ke sapu ombak, jadi agak percuma. Jadi nanam harus sekitar 4-5 meter di tanam bisa jadi. Kalau mepet dengan area pantai hilang lagi,”* pungkasnya.

Banjir rob yang terus meluas di Tunggulsari menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Selain penanganan darurat bagi warga terdampak, langkah mitigasi jangka panjang melalui penguatan infrastruktur pesisir dinilai mendesak agar ancaman rob tidak terus berulang setiap tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini