PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiapkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sekitar Rp20 miliar untuk mempercepat penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Anggaran tersebut ditargetkan mulai dapat digunakan pada pekan depan. Dana akan difokuskan untuk memperkuat penanganan krisis air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah titik di Kabupaten Pati.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, setelah anggaran cair, penggunaannya akan langsung dieksekusi untuk kebutuhan penanganan di lapangan.
“Minggu depan ini sudah bisa dilaksanakan,” kata Risma Ardhi Chandra.
Menurut dia, alokasi BTT sekitar Rp20 miliar tersebut tidak hanya disiapkan untuk menghadapi dampak kekeringan. Anggaran itu juga menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi saat memasuki musim penghujan.
“Ada sekitar Rp20 miliar, kita siapkan untuk BTT. Karena Pati ini tidak hanya kekeringan nanti kita waspadai untuk musim hujan juga. Makanya di BTT kami anggarkan untuk tambahan di tahun ini,” jelasnya.
Risma memastikan, penambahan anggaran tersebut membuat ketersediaan dana kedaruratan daerah masih mencukupi untuk mendukung penanganan bencana sepanjang 2026.
“Sangat mencukupi BTT kita sangat mencukupi untuk penanganan kekeringan tahun ini, karena ada penambahan dari BTT tahun ini,” imbuhnya.
Libatkan Berbagai Pihak
Penanganan kekeringan, lanjut Risma, tidak hanya mengandalkan APBD melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Pemkab juga menggandeng berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Palang Merah Indonesia (PMI), Bank Jateng, hingga Bank Daerah Pati.
“Upaya pengiriman truk tangki pun juga kami laksanakan dari BPBD Kabupaten Pati, dari BAZNAS, PMI, dari semua unsur kemarin dari Bank Jateng juga sudah terus dari Bank Daerah Pati juga kami laksanakan,” pungkasnya.



































