Beranda Berita Peristiwa Desa Bae Kudus Oleh Sampah Jadi Pupuk Organik

Desa Bae Kudus Oleh Sampah Jadi Pupuk Organik

0
0 0
Read Time1 Minute, 34 Second

WARTAKUDUS Sampah selalu dikaitkan dengan berbagai permasalahan lingkungan. Namun, apabila dipilah dan diolah secara tepat sampah dapat menghasilkan produk ekonomis. Pemerintah Desa Bae dengan memiliki Bumdes Tunjung Seto serius mengelola bank sampah. 

Sampah organik disulap menjadi pupuk kasgot, pupuk organik cair, eco enzyme, budidaya maggot dan media tanam. Sementara untuk sampah non organik, plastik diolah menjadi aneka kerajinan tas.

Bank Sampah Tunjung Seto menjadi keunggulan Desa Bae dalam lomba desa tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2022. Perlombaan dilaksanakan sebagai evaluasi perkembangan desa dan pelaksanaan 10 program pokok PKK. 

Hadir Ketua PKK Kudus Mawar Hartopo, Kadinas PMD, Camat, dan tim penilai di Balai Desa Bae, Kamis (24/3). PKK Kabupaten meninjau Bina Keluarga Remaja dan Lansia, rumah sehat, pameran produk lokal, dan pengelolaan sampah organik.

Mawar Hartopo melihat proses budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) di sentra pengolahan sampah organik. Ia terkesan dengan adanya Bank Sampah yang mengolah sampah menjadi berbagai pupuk organik.

Penanggung jawab Sampah Organik Ahmad Miftahur Rozi mengatakan, budidaya maggot  memanfaatkan buah yang sudah busuk dari toko buah di Desa Bae. Lalu, buah busuk dipilah, yang rusak digunakan budidaya maggot. Dan, yang masih utuh diolah menjadi eco enzyme. 

Hasil dari proses biokonversi sampah organik oleh larva lalat BSF kemudian menjadi pupuk kasgot (bekas maggot). Maggot itu sendiri kemudian dikeringkan sebagai produk makanan ternak unggas dan ikan. 

Pupuk organik kasgot sudah menembus pasar luar Jawa Tengah. Saat ini, ia mengaku cukup kewalahan memenuhi permintaan pesanan pasar di dalam daerah. 

Kepala Desa Bae Agung Budiyanto menyebut, warga selalu diberikan sosialisasi dan edukasi. Seperti, sosialisasi pemilahan sampah, pembuatan eco enzyme, Budidaya Maggot BSF dan pengolahan barang bekas menjadi tas. 

Keseriusan Pemdes Bae mengelola bank sampah  didukung Djarum Foundation. Yakni, berupa pelatihan dan nota kesepahaman. Pada 2021 lalu, bank sampah Bumdes Tunjung Seto terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI.(wh/dn)

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @wartatimes

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakImbas macet pantura, Bupati juga larang kendaraan Tonase besar melintas di jalan desa
Artikulli tjetërJogo Santri Dapat Diaplikasikan Untuk Cegah Tuberkulosis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini