Wartapati.com– Satu unit mobil Toyota Kijang tiba-tiba terbakar usai melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wedarijaksa.
Peristiwa itu terjadi di pintu keluar SPBU Wedarijaksa, tepatnya di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jalan Pati–Tayu pada Sabtu (28/02/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Mobil tersebut diketahui dikendarai oleh Agus Salim, warga Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa.
Kapolsek Wedarijaksa, AKP Suntoro mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya mobil terbakar tak lama setelah kendaraan tersebut mengisi BBM jenis Pertalite.
“Pada hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026 sekira pukul 01.30 WIB. Telah dilaporkan adanya kebakaran mobil Toyota Kijang nomor polisi AA 1425 CZ milik saudara Agus Salim, setelah selesai mengisi BBM jenis pertalite di SPBU Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati,” ujar Suntoro.
Ia menambahkan, setelah melakukan pengisi BBM Pertalite, mobil tersebut berhenti di pintu keluar SPBU Wedarijaksa. Namun, tak disangka, percikan api pun keluar dari bawah kemudi.
“Setelah selesai mengisi BBM lalu pemilik kendaraan bermotor berhenti di pintu keluar SPBU Panggungroyom. Namun kemudian pemilik kendaraan bermotor melihat percikan api yang berasal dari bawah kemudi mobil,” terangnya.
Melihat adanya percikan api tersebut, pengemudi langsung keluar untuk menyelamatkan diri sekaligus meminta bantuan warga sekitar.
“Kemudian korban keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan,” lanjutnya.
Petugas SPBU Wedarijaksa sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api semakin membesar sehingga warga bersama saksi lainnya mendorong kendaraan menjauh dari area SPBU guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Karena api tersebut tidak padam kemudian saksi 2 bersama warga mendorong mobil untuk menjauhkan dari SPBU dan mencari air untuk memadamkan mobil tersebut,” paparnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp15.000.000,” tandas dia.










































