Bupati Jepara Minta Masukan DRD untuk Penanganan Covid-19

22
0
Read Time1 Minute, 55 Second

Wartapati.com JEPARA – Guna mengatasi pandemik covid 19 Bupati Jepara meminta masukan dari Dewan Riset Daerah (DRD) Jepara dalam penanganan Covid-19 ini. Hal ini lantaran dalam beberapa waktu terakhir, kasus covid-19 di kota ukir terus meningkat.

“Kami mohon DRD membuat kajian terkait covid-19 di Jepara dan rekomendasinya diberikan kepada gugus tugas. Rekomendasi ilmiah yang berbasis riset ini penting sebagai landasan pengambil kebijakan dalam percepatan penanganan virus ini,” kata Dian Kristiandi, saat menerima jajaran DRD di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2020).

Bupati menambahkan, jika berdasarkan data dan penelitian, maka saat melakukan eksekusi tidak salah langkah. “Jika berdasarkan data, hasilnya akan lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya. 

Bupati mencontohkan, misalnya Pemkab Jepara akan mengeluarkan 15 ribu rapid tes untuk masyarakat. Hal apa saja yang mendasari, sehingga tidak muncul asumsi-asumsi dari masyarakat. “Kalau dilihat dari jumlah penduduk Jepara yang mencapai 1,2 juta jiwa ini masih sangat kurang. Namun bukan itu, tergantung sudut pandang kita masing-masing,” kata dia. 

Sementara itu, Ketua DRD Jepara Suryono mengatakan jika kebijakan memang harus diambil berdasarkan  penelitian atau base on research agar tepat sasaran. Selain itu, kebijakan yang diambil juga harus mengefektifkan peran semua lini untuk sama-sama bergerak secara simultan. “Ini yang harus terus di dorong yakni sinergitas antara gugus tugas dengan masyarakat,” katanya.

Suryono menambahkan, strategi utama yang perlu di kedepankan dalam menangani Covid adalah mengoptimalkan pencegahan penyebaran virus secara masif dan agresif serta meminimalkan dampak sosial ekonomi. 

“Tiga sinergi kebijakan komprehensif yaitu, mengoptimalkan kesiapan pencegahan dan penanganan, menyelenggarakan edukasi bahaya Covid-19 dan membangun kerjasama atau kolaborasi dengan sektor swasta untuk berpartisipasi menangani Covid-19,” imbuh dosen Undip ini.

Anggota DRD lainnya Anik Susila menekankan agar edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus digalakkan. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci dalam pencegahan covid-19 ini.

“Tipe masyarakat kita memang sering abai. Untuk itu perlu edukasi yang tidak biasa agar masyarakat bisa memahaminya. Diperlukan upaya bersama-sama tidak bisa dilakukan oleh amsing-masing sektor,” lanjut Anik.

Sementara itu dokter Nur Kukuh, anggota DRD lainnya menyebut jika apa ayng selam ini telah dilakukan oleh gugsu tugas sudah benar, yakni dengan menemukan dan melacak kasus-kasus Covid-19. Menurut Nur Kukuh, semua pihak harus optimis dalam menghadapi pandemi ini. “Dengan pencegahan ayng baik, kita semua yakin kasusnya akan menurun,” jelasnya.

Kontributor : Jambrong
Editor : Dianovery

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here