Beranda Berita Pati Gereja Katolik Santo Yusuf Pati Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Maitan

Gereja Katolik Santo Yusuf Pati Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Maitan

0
0 0
Read Time2 Minute, 6 Second

PATI – Krisis air bersih masih membayangi warga Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Selama sekitar tiga bulan, warga harus bertahan dengan persediaan air yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga harus menghemat penggunaan air untuk berbagai keperluan, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak. Di sisi lain, distribusi bantuan air bersih ke wilayah tersebut dinilai masih minim.

Letak Desa Maitan yang berada di kawasan perbatasan Pati-Grobogan disebut menjadi salah satu kendala distribusi bantuan. Akibatnya, sebagian warga terpaksa membeli air secara mandiri untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Salah seorang warga, Partini, mengatakan satu mobil tangki berkapasitas sekitar 1.000 liter dibelinya dengan harga Rp80.000. Persediaan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih satu minggu.

“Sehari ya Rp10.000, soalnya satu mobil 1.000 liter Rp80.000 buat satu minggu,” kata Partini saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Kamis (24/9/2026).

Air tersebut dibeli secara pribadi dan bukan melalui iuran bersama warga. Bagi Partini, bantuan air yang sesekali datang cukup meringankan beban, meski distribusinya belum rutin.

“Kalau enggak beli ya ini lumayan dapat bantuan,” ujarnya.

Warga lainnya, Ziskia, mengatakan keterbatasan air membuat kebutuhan mandi, MCK, hingga memasak harus dilakukan dengan sangat hemat.

“Diirit, Pak,” kata Ziskia.

Warga juga masih mengandalkan sumur yang tersisa. Namun, debit airnya semakin terbatas sehingga air harus diambil sedikit demi sedikit untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

“Dikit-dikit, Pak. Tiga hari dapat dua bak, sisa-sisa,” ujarnya.

Menurut warga, bantuan air terakhir diterima sekitar lima hari sebelumnya. Jeda distribusi tersebut membuat warga kembali harus mengandalkan persediaan sumur atau membeli air secara mandiri.

Sementara itu, Relawan Karinakas Gereja Katolik Santo Yusuf Pati, Herru Sudiharto, mengatakan pihaknya turut mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, termasuk Desa Maitan.

Distribusi dilakukan Gereja Katolik Santo Yusuf Pati bekerja sama dengan Koramil Desa Maitan. Dalam penyaluran kali ini, sebanyak dua tangki air dikirim dengan total kapasitas mencapai 16.000 liter.

“Untuk saat ini dua tangki, kapasitas 16.000 liter,” kata Herru.

Menurut Herru, Desa Maitan menjadi salah satu wilayah yang masih jarang mendapatkan informasi maupun distribusi bantuan air bersih. Kondisi geografis yang berada di kawasan perbatasan membuat penyaluran bantuan menjadi tantangan tersendiri.

“Untuk saat ini informasi dari wilayah warga sini jarang untuk yang masuk di Desa Maitan,” ujarnya.

Herru menambahkan, distribusi air bersih tidak hanya menyasar Desa Maitan. Relawan juga menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah pinggiran, termasuk kawasan perbatasan Pati-Blora dan Pati-Grobogan.

“Sudah banyak. Kita kirim ke wilayah yang perbatasan antara Pati-Blora yang kita prioritaskan untuk wilayah yang terpinggirkan,” katanya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini