PATI — Kekeringan melanda Desa Sidomukti, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih yang telah berlangsung sejak awal Agustus 2026.
Kondisi tersebut mendorong DPC Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan GMNI Kabupaten Pati menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Rabu (23/9/2026).
Sebanyak tiga tangki air bersih disalurkan ke Desa Sidomukti. Masing-masing tangki berkapasitas 6.000 liter sehingga total bantuan yang diberikan mencapai 18.000 liter air.
Ketua Konferensi Cabang (Konfercab) PA GMNI Pati, Singgih Cahyo Aji, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami dari Persatuan Alumni bersama DPC PA GMNI Kabupaten Pati untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung oleh musim kemarau,” ujar Singgih.
Menurutnya, penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konfercab PA GMNI se-Karesidenan Pati. Selain Desa Sidomukti, bantuan air juga disalurkan ke Desa Mojolampir.
PA GMNI Pati, lanjut Singgih, siap memperluas jangkauan bantuan ke wilayah lain apabila kebutuhan air bersih masih tinggi.
Selain dropping air, rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut juga diisi dengan pembagian 150 paket makanan gratis berupa nasi ayam penyet kepada warga di sekitar Terminal Kembangjoyo Pati dan Pasar Puri.
Kegiatan sosial juga menyasar bidang lingkungan. Sebanyak 50 bibit pohon buah, terdiri atas mangga dan alpukat, ditanam di Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken.
Sementara itu, Perangkat Desa Sidomukti, Sriyono, mengatakan krisis air bersih di wilayahnya telah dirasakan warga sejak 2 Agustus.
“Kekeringan di desa ini sudah dirasakan warga sejak 2 Agustus. Seluruh warga desa yang berjumlah sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) terdampak kondisi ini,” ungkap Sriyono.
Ia menjelaskan, sumur-sumur milik warga saat ini telah mengering. Upaya memperdalam sumur juga belum membuahkan hasil. Air tanah yang keluar justru terasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang sebelumnya menjadi salah satu sumber air warga kini mengalami kerusakan.
“ Saat ini warga praktis hanya mengandalkan bantuan air bersih dari para donatur untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, cuci, dan MCK. Sementara untuk kebutuhan air minum, warga harus membeli air isi ulang,” jelasnya.
Pemerintah Desa Sidomukti menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan air bersih tersebut. Bantuan dinilai sangat membantu meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.











































