Beranda Berita Pati PKB Pati Bedah Pemikiran Sosialisme Islam, Soroti Kesejahteraan Rakyat yang Belum Merata

PKB Pati Bedah Pemikiran Sosialisme Islam, Soroti Kesejahteraan Rakyat yang Belum Merata

0
0 0
Read Time2 Minute, 13 Second

PATI – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati mengajak kalangan akademisi, kader partai, dan generasi muda menghidupkan kembali pemikiran kritis tentang sosialisme Islam. Gagasan tersebut dinilai masih relevan untuk menjawab persoalan ketimpangan sosial dan kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Gagasan itu mengemuka dalam diskusi publik dan bedah buku bertajuk Menghidupkan Kembali Pemikiran Kritis dalam Sosialisme Islam yang digelar di Aula DPC PKB Pati, Jumat (6/11/2026). Puluhan peserta mengikuti kegiatan yang mengulas pemikiran dua tokoh besar, H.O.S. Tjokroaminoto melalui buku Islam & Sosialisme dan Ali Syari’ati melalui buku Sosialisme Islam.

Diskusi menghadirkan penulis buku sekaligus Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pati, Jamal Ma’mur, serta akademisi yang juga Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Kabupaten Pati, Ahmad Jukari. Jalannya diskusi dipandu Nasikun sebagai moderator.

Sekretaris DPC PKB Pati, Kastomo, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menggali kembali pemikiran para tokoh pergerakan Islam, khususnya H.O.S. Tjokroaminoto, sebagai bahan refleksi dalam menghadapi persoalan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai keadilan sosial sebenarnya telah menjadi bagian dari ideologi bangsa yang tertuang dalam Pancasila. Namun, implementasinya dalam kebijakan pemerintahan dinilai masih perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Meskipun di Indonesia sudah jelas bahwa ideologi kita adalah Pancasila, mulai dari Ketuhanan, keadilan sosial, persatuan, kerakyatan, hingga kemerdekaan, kepemimpinan dari delapan presiden kita, mulai dari Bung Karno hingga Presiden Prabowo saat ini, dalam penerapannya dirasa masih belum sepenuhnya menyentuh substansi kesejahteraan secara optimal, seperti pendidikan gratis dan kesehatan,” ujar Kastomo.

Ia menilai, pemikiran sosialisme Islam yang diperkenalkan H.O.S. Tjokroaminoto berbeda dengan sosialisme Barat yang sekuler. Gagasan tersebut lebih menitikberatkan pada gerakan moral dan struktural untuk membela kaum fakir miskin, menegakkan kemanusiaan, serta mewujudkan keadilan sosial.

Selain itu, negara harus hadir secara nyata dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang rentan secara ekonomi.

Kastomo juga menyoroti pentingnya menjaga agar arah pembangunan nasional tetap sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, dalam praktik penyusunan visi dan misi maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), masih diperlukan penguatan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat.

“Maka perlu adanya upaya bersama bagaimana membangun bangsa ini betul-betul untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, di tengah kondisi ekonomi yang masih lemah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, PKB juga memiliki sembilan mabda’ isyasi atau prinsip dasar perjuangan partai yang dinilai sejalan dengan semangat sosialisme Islam yang digagas H.O.S. Tjokroaminoto.

Melalui diskusi tersebut, DPC PKB Pati berharap pemikiran kritis mengenai keadilan sosial kembali berkembang, terutama di kalangan anak muda, akademisi, dan kader partai. Forum itu juga diharapkan menjadi ruang untuk mendorong lahirnya gagasan serta pengawalan kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat dan berorientasi pada pengentasan kemiskinan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini