PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiapkan sejumlah proyek pembangunan strategis pada tahun 2026. Namun hingga pertengahan tahun, proyek-proyek dengan nilai anggaran miliaran rupiah tersebut belum memasuki tahap pelaksanaan karena masih berada dalam proses perencanaan dan sempat tertahan asistensi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, mengatakan hingga saat ini belum ada proyek pembangunan besar yang mulai dikerjakan. Menurutnya, kegiatan yang telah berjalan baru sebatas pembongkaran trotoar di Jalan Panglima Sudirman.
“Yang besar-besar belum ada yang berjalan karena masih dalam tahap perencanaan. Yang sudah jalan baru pembongkaran trotoar jl panglima Sudirman itu saja,” katanya.
Salah satu program pembangunan yang menjadi prioritas tahun ini adalah renovasi empat pasar tradisional dengan total alokasi anggaran mencapai Rp5 miliar. Proyek tersebut meliputi penataan Pasar Kayen sebesar Rp1.298.968.000, Pasar Porda Juwana Rp756.320.000, Pasar Puri Rp1.598.480.000, dan Pasar Trangkil Rp1.348.152.000.
Selain penataan pasar, Pemkab Pati juga mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi Mal Pelayanan Publik (MPP) dan penataan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayen. Rehabilitasi MPP mendapat alokasi dana Rp1,3 miliar, sedangkan penataan RSUD Kayen dianggarkan sebesar Rp1,7 miliar.
Arief menjelaskan, rehabilitasi MPP difokuskan pada perbaikan menyeluruh bagian atap bangunan yang kondisinya dinilai sudah memprihatinkan. Sementara di RSUD Kayen, pembangunan diarahkan untuk menambah fasilitas layanan kesehatan.
“Kalau rehab mall MPP itu perbaikan atap total karena struktur atap sudah banyak yang keropos dan dimakan rayap, kalau di RSU Kayen itu membuat ruang hemodialisa,” katanya.
Di sisi lain, proyek yang telah memasuki tahap pelaksanaan adalah pembongkaran trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Pati. Kegiatan tersebut dimulai pada 18 Mei 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Agustus 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp140 juta.
Meski sejumlah proyek telah masuk agenda pembangunan tahun ini, Arief menyebut seluruh pekerjaan besar masih berada dalam tahap perencanaan. Ia juga mengungkapkan bahwa proses tersebut sempat mengalami penundaan karena adanya asistensi yang dilakukan pemerintah daerah ke KPK.
“Kita jalankan setelah perencanaan selesai. Kemarin juga ketahan karena disuruh menunggu pak Plt Bupati asistensi ke KPK dulu,” pungkasnya.








































