Beranda Berita Viral Pasien Ditolak Rumah Sakit Daerah, ini Klarifikasi Kedua Belah Pihak

Viral Pasien Ditolak Rumah Sakit Daerah, ini Klarifikasi Kedua Belah Pihak

0
Berita pati hari ini rsu soewondo pati
2 0
Read Time2 Minute, 4 Second

Wartapati.com Pati – Viral video pengunjung Rumah Sakit Daerah Soewondo Pati di satu grup media sosial memunculkan banyak asumsi warganet.

Video tersebut sudah banjir komentar dari anggota grup media sosial. Dalam video tampak pengunjung rumah sakit yang memarahi sedang petugas medis.

Dalam komentar warganet, ada yang menyebut jika orang dalam video tersebut adalah perangkat desa Bogotanjung Kecamatan Gabus.

Dari hal itu, wartapati.com menelusuri kebenaran video yang sudah viral tersebut. Ketika tim wartapati.com menyambangi balai desa Bogotanjung, hanya ada seorang staf Agus berada di meja kerja.

Agus membenarkan jika video tersebut adalah seorang perangkat desa Bogotanjung. Lebih lanjut dia mengatakan kejadian saat video itu dibuat sudah empat hari yang lalu.

“Itu mang benar, satu warga Dukuh Gorame yang sakit, diantar perangkat desa dan itu peserta BPJS kesehatan. Namun yang ditanyakan adalah mengapa diagnosis RSUD berbeda dengan RS Swasta. Di RSUD tidak perlu rawat inap, tapi di RS Swasta, pasien dianjurkan rawat inap,” terangnya, Jumat (17/1/2020).

Kondisi pasien yang dibawa ke RSUD mengalami muntah. Namun setelah ditangani seorang dokter, pasien diperbolehkan pulang.

Lebih lanjut Agus mengatakan jika persoalan itu sudah selesai lantaran pasien sudah sembuh dan pulang dari RS Swasta.

Secara terpisah, awak media mengonfirmasi kepada pihak RSUD berkomunikasi dengan Wakil Direktur Pelayanan UPT RSU RAA Soewondo, Dr. Joko Subiyono.

Keterangan yang dihimpun juga berbeda. Ia mengaku jika pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pasien sudah sesuai. Selain itu, saat pasien pulang dalam keadaan sudah membaik.

Pasien datang pada 12 Januari, kemudian pengantar menjelaskan jika pasien mengalami pusing, muntah dan lemas.

’’Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik diperoleh tanda-tanda vital, semua masih dalam batas normal, suhunya, R R-nya. Dalam pemeriksaan alat-alat geraknya masih hangat, jadi menunjukkan perfusi dari darahnya masih bagus,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Dr. Joko, pasien diberikan obat ada yang injeksi untuk sakit kepala dan lambung diberikan anti muntah. Kemudian pasien dipulangkan dan dipesan untuk kontrol lagi di klinik penyakit dalam keesokan harinya.

’’Saat dipulangkan, pasien dalam kondisi membaik dan dianggap selesai oleh tim IGD,’’ imbuhnya.

Selang beberapa waktu, pihak keluarga atau pengantar datang kembali marah-marah dan membandingkan antara di RS swasta bisa rawat inap sedangkan di RSU Soewondo tidak dapat dilakukan.

Sementara ditanya soal pasien tidak bisa rawat inap di RSU Soewondo, Dr Joko mengaku sudah sesuai aturan BPJS Kesehatan jika pasien setelah pemeriksaan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan rawat inap.

Kontributor : Nugroho
Editor : Dianovery

Ini Vidio yang membuat heboh warganet bumi mina tani prkan ini

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikel sebelumyaIbnu Grahan Nahkodai Laskar Saridin, Mampukah Persipa Berprestasi ?
Artikel berikutnyaPungli PTSL Di Dukuhseti Sudah Dilimpahkan Ke Kejari Pati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here