Beranda Berita Pati PKK Sigab Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Triguno Pati

PKK Sigab Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Triguno Pati

0
0 0
Read Time2 Minute, 4 Second

PATI – Kekeringan yang melanda Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Tim Penggerak PKK Jawa Tengah turun langsung menyalurkan bantuan air melalui program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab), Selasa (6/10/2026).

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, datang langsung ke Desa Triguno bersama kader PKK. Sebanyak 10 truk tangki air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kemarau panjang.

Nawal bahkan ikut membantu warga memindahkan air dari tangki ke galon bekas air mineral. Menurutnya, kehadiran PKK Sigab bukan sekadar memberikan bantuan air, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

“PKK Sigab ini adalah siaga dan tanggap bencana. Pada hari ini kita bukan hanya memberikan air yang ada di mobil-mobil tangki. Tetapi juga mengupayakan kader-kader PKK di Pati ini dilatih untuk mitigasi bencananya,” ungkapnya.

Selain menyalurkan air, Nawal memberikan buku panduan PKK Sigab kepada kader PKK. Buku tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi kader dalam memberikan edukasi dan membantu masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari kekeringan hingga banjir dan tanah longsor.

Nawal mengatakan, bantuan air bersih melalui truk tangki hanya menjadi solusi sementara. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sumber air yang dialami masyarakat.

“Sebenarnya solusi untuk memberikan bantuan berupa air dalam tangki ini hanya menyelesaikan di bagian permukaan. Sehingga ada solusi untuk pengeboran, yang airnya asin itu kemudian bisa diolah melalui program desalinasi,” bebernya.

Kondisi kekeringan dirasakan langsung warga Dukuh Putuk, Desa Triguno. Suparmi, salah seorang ibu rumah tangga, mengatakan wilayahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar empat bulan.

Selama ini, warga mengandalkan bantuan air dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Jika bantuan tidak datang, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, bantuan ini meringankan beban masyarakat. Harapannya, setiap tahun mudah-mudahan dibantu air bersihnya. Karena setiap kemarau itu kekeringan,” ucap Suparmi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan persoalan yang dihadapi warga Triguno bukan hanya kekeringan akibat kemarau. Kondisi air tanah yang cenderung payau juga menjadi persoalan tersendiri bagi warga.

Karena itu, Pemprov Jateng berencana melanjutkan program desalinasi bersama Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Triguno. Teknologi tersebut diharapkan dapat mengolah air payau menjadi air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kita nanti akan bekerja sama melanjutkan program pemprov, yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujar Taj Yasin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini