Wartapati.com- Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Pati, khususnya wilayah selatan mengalami kenaikan. Hal itu terjadi di Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati semenjak awal Februari 2026 ini.
Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kayen, Masrukan, harga GKP saat ini menyentuh di atas Rp 7.000. Nilai tersebut diprediksi akan naik lagi ketika cuaca membaik.
“Di Desa Jatiroto harga Rp 7.200 per kilogram GKP. Sedangkan, harga di Desa Brati kisaran Rp 7.000 sampai Rp 7.100 per kilogram GKP,” ungkapnya baru-baru ini.
Ia menyebut, harga GKP di desa wilayah binaanya yaitu Desa Jatiroto menyentuh Rp 7.200 pada awal Februari. Sementara, harga sebelumnya Rp 6.800 per kilogram.
“Harga itu mulai hari ini sejak awal Februari. Kalau sebelum awal Februari Rp 6.800 di Jatiroto wilayah binaanku,” katanya.
Menurutnya harga bisa mengalami kebaikan lantaran cuaca panas yang mendukung. Dan, biaya operasional tengkulak rendah.
“Harga tersebut cenderung tinggi. Bisa (naik lagi),” imbuhnya.
Perlu diketahui, panen padi di Desa Jatiroto dimulai sejak pekan ketiga Januari tahun ini. Total luasan areal lahan pertanian padi di desa yang berbatasan dengan Kecamatan Tambakromo itu 575 hektare.
Dari ratusan hektare, produksi hasil panen mencapai 7 ton GKP. Ada pula lahan sawah yang belum dipanen.
“Hasil produksi 6,5 ton sampai 7 ton di luas areal lahan 575 hektar. Ada lahan yang belum, tinggal sedikit,” pungkasnya.










































