Wartapati.com – Warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, berkumpul di kawasan tambak desa setempat, Rabu (17/2/2026). Mereka menggelar tradisi makan bersama ikan bandeng sebagai bentuk syukur sekaligus simbol kerukunan menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Pantauan di lokasi menunjukkan keriuhan warga yang memadati pondok di sela hamparan tambak. Sebagian warga tampak turun ke air untuk menjaring ikan bandeng secara langsung, sementara, ibu-ibu sibuk meracik bumbu kelo mrico dan membakar ikan di tepian tambak.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengungkapkan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga hingga kini. Menu utama yang disajikan dalam perjamuan alam terbuka ini adalah ikan bandeng hasil panen warga sendiri.
“Menu yang disajikan wajib ikan bandeng segar yang dipanen langsung dari tambak milik warga. Ikan kemudian dimasak menjadi bandeng kuah khas pesisir dan sebagian lainnya dibakar, untuk disantap bersama di pondok-pondok tambak,” ujar Ali di sela kegiatan.
Menurut Ali, meski hidangan yang disajikan tergolong sederhana, nilai filosofis dari kegiatan ini terletak pada kebersamaan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi yang melimpah.
“Meski sederhana, suasana kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi yang terjalin membuat hidangan terasa semakin nikmat,” imbuhnya.
Acara makan bersama ini ditutup dengan doa bersama. Warga berharap diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa serta keberkahan dalam bekerja sebagai masyarakat pesisir.
Kholis, salah satu warga setempat, mengaku konsisten mengikuti tradisi ini setiap tahun. Baginya, momentum ini adalah cara terbaik untuk mempererat tali persaudaraan dengan sesama warga sebelum memasuki bulan suci.
“Setiap menjelang Ramadan selalu mengikuti tradisi ini. Selain sebagai bentuk syukur juga menjaga kerukunan warga,” pungkasnya.










































