Beranda Berita Carik Ini Bagikan Madu dan Susu untuk Suport Tenaga Medis Di Pati

Carik Ini Bagikan Madu dan Susu untuk Suport Tenaga Medis Di Pati

0
berita pati bantuan untuk tenaga medis di pati
0 0
Read Time1 Minute, 1 Second

Wartapati.com Pati – Gerakan perduli terhadap petugas medis juga terjadi di kabupaten pati, salah satunya adalah kegiatan yang di lakukan oleh Carik Gajihan. H Nur Chamim.SH sekretaris Desa Gajihan Gunugwungkal.

Tergerak hatinya untuk perduli terhadap pekerja kesehatan setelah melihat vidio vidio yang viral di media sosial tentang pekerja kesehatan yang menjadi garda depan penanggulangan covid 19.

Ribuan paket yg telah di bagikan kepada petugas medis di beberapa rumah sakit yang berada di kabupaten pati, antara lain rumah sakit Rsu Soewondo, RS Islam dan Rs Budi Agung Juwana

berita pati bantuan untuk tenaga medis di pati

ungkap sekretaris Desa Gajihan ini yg juga kebetulan wakil ketua KADIN (kamar dagang dan industri kab.pati)

semua itu di ambil dari kantong pribadi yang rencananya untuk menjadikan suport petugas medis, dan rencananya akan di bagikan ke seluruh petugas medis yang bertugas di rumah sakit di kabupaten pati.

Dan paketan itu hanya sekedar tambahan stamina rekan2 perawat. Jangan di lihat nominalnya tapi kepedulianya.

berita pati bantuan untuk tenaga medis di pati

semoga ini bisa memicu rekan2 pengusaha. yang punya inisiatif mendukung pekerja kesehatan

saya yakin semua nanti akan di kembalikan sekngawe urip. Semoga rekan2 medis dan paramedis di beri kekuatan dan limpahan pahala dari sang ilahi.


Kontributor : Dianovery
Editor : Dianovery

View this post on Instagram

Rapat koordinasi terkait penyelenggaraan sholat Jum'at bertempat di Ruang Joyo Kusumo. Bupati Pati Haryanto memimpin jalannya rakor yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, Pengurus ormas NU, Muhammadiyah, MUI dan OPD terkait. Sekda Pati Suharyono mengatakan, penetapan tanggap darurat di Kabupaten Pati pada tanggal 16 Maret 2020. Saat ini kondisi di Kabupaten Pati adalah zona kuning. Artinya, untuk pelaksanaan sholat Jumat pada 3 April 2020 di wilayah Kabupaten Pati tetap mengacu pada surat edaran dari MUI sebelumnya, yang berisikan imbauan untuk meniadakan sholat Jumat dan melakukan sholat Zuhur di rumah. "Nanti akan dibuat redaksi imbauan kepada masyarakat dan takmir masjid berdasarkan rapat koordinasi pada hari ini. Kecuali kalau nanti dalam waktu dekat ada ketentuan lain yang lebih tinggi dari provinsi atau pusat," terang Suharyono. Dalam rapat ini, disepakati bahwa sholat Jumat tetap bisa dilaksanakan asalkan di desa tersebut tidak ada warga yang terindikasi covid-19 atau tidak ada ODP maupun PDP. Namun di jalur Pantura, untuk sementara pelaksanaan sholat Jumat ditiadakan dan diganti sholat Zuhur di rumah. Bupati menyampaikan penanganan virus Corona di Kabupaten Pati. Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 2 yaitu di RSUD RAA Soewondo, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 520 yang sudah tertangani 399 yang belum tertangani 121. "Melihat website Corona Jateng, Kabupaten Pati termasuk zona kuning, bagi masyarakat jangan panik tetap waspada berpola hidup sehat, olahraga, dan cuci tangan pakai sabun. Kalau aktivitas dan makan makanan bergizi serta berjauhan dengan kontak fisik dengan berkumpul dengan masyarakat banyak," imbaunya. Haryanto menegaskan, agar masyarakat tidak saling menyalahkan. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama dalam menghadapi musibah ini. "Namun juga harus memperhatikan kesehatan masing-masing. Jangan sampai nanti kita menolong orang malah celaka. Kalau dirasa itu resiko ya jangan dilakukan," pesan Bupati. @prokompimpati #wartapati

A post shared by wartapati.com (@wartapati) on

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Artikulli paraprakASN Kudus Sisihkan Penghasilan Bantu Penuhi APD
Artikulli tjetërPergunakan Desa Untuk Penanganan Korona, Pemdes Diminta Tetap Patuhi Regulasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini